Key Discussion: Wamenkop pastikan Kopdes Merah Putih mampu bangkitkan ekonomi desa

Wamenkop Pastikan Kopdes Merah Putih Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

Di Lebak, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Ia mengatakan bahwa program ini diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya lokal untuk mengembangkan ekonomi desa secara mandiri. “Dengan segala potensi yang dimiliki, masyarakat desa punya peluang besar untuk mengelola sendiri kebutuhan ekonomi mereka,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Lebak, Senin.

Kemenkop Prioritaskan Pembangunan Fisik untuk Kopdes

Kementerian Koperasi sedang mendorong pembangunan fisik, seperti toko, gudang, dan fasilitas pendukung, yang dikerjakan oleh PT Argrinas Pangan Nusantara. Upaya ini termasuk pengadaan kendaraan untuk memperkuat operasional. “Program ini adalah inisiatif Presiden Prabowo Subianto, sehingga kami fokus pada implementasinya,” jelas Farida. Data terkini menunjukkan bahwa dari 83 ribu unit Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sekitar 3.000 telah selesai 100 persen.

“Kita sedang mempersiapkan tahapan pengisian barang, kelengkapan administrasi, dan perekrutan anggota,” tutur Farida.

Manager Kopdes: Potensi Produk Lokal Jadi Sarana Penggerak Ekonomi

Manajer Kopdes Merah Putih Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Aep Saepudin, menyebut bahwa koperasi yang ia kelola telah menarik 294 anggota, terutama para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka memproduksi emping kaceprek, gula aren, sale pisang, serta bakso ikan, yang bahan baku utamanya tersedia melimpah di daerah tersebut. Produksi gula aren, misalnya, dipasarkan ke berbagai kota di Jawa Timur dan mampu menghasilkan uang tunai hingga Rp400 juta per bulan, berdasarkan harga Rp40 ribu per kilogram untuk 10 ton produksi.

Progres Pekerjaan dan Harapan Masa Depan

Menurut Farida, sebagian besar unit KDKMP saat ini sedang dalam tahap pengerjaan, dengan progres mencapai 20 hingga 70 persen. “Kami ingin memastikan setiap koperasi bisa beroperasi secara mandiri,” tambahnya. Program ini juga ditujukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kemandirian ekonomi desa, sekaligus menjadi wadah bagi pengembangan usaha lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *