Facing Challenges: Polda Papua Tengah ungkap hoaks foto korban Dogiyai
Polda Papua Tengah Ungkap Foto Hoaks Korban Dogiyai
Dalam kabar terbaru, Polda Papua Tengah mengungkap adanya penyebaran foto yang diklaim sebagai bukti kejadian kericuhan di Kabupaten Dogiyai. Namun, hasil investigasi membuktikan bahwa gambar tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi dari wilayah lain. Kepala Bidang Humas Polda Papua Tengah AKBP I Made Suartika menjelaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi komunikasi memiliki potensi mengganggu ketenangan masyarakat serta memperburuk situasi keamanan daerah.
Foto Hoaks Tersebar Melalui WhatsApp
Suara yang viral di berbagai platform media sosial diungkapkan oleh akun KNPB News Nabire. Foto tersebut dinilai tidak terkait dengan peristiwa terbaru di Dogiyai. Setelah dikaji lebih lanjut, akun Facebook milik (LL) dan (AP) ditemukan sebagai sumber pengunggahan gambar yang sebenarnya terjadi di Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
“Informasi tersebut merupakan posting-an hoaks yang bisa membingungkan publik dan memperkeruh kondisi keamanan,” ujarnya.
Peristiwa Tidak Baru, Tercatat di Media Sebelumnya
Berikutnya, foto yang diterbitkan pada 31 Maret 2026 dianggap sebagai bukti kejadian di Dogiyai. Namun, setelah dicek, terungkap bahwa gambar tersebut sudah dipublikasikan sebelumnya pada 27 Februari 2026 oleh media di Papua. “Dengan demikian, narasi bahwa kejadian dalam foto terjadi di Dogiyai pada 31 Maret 2026 adalah tidak benar,” tambahnya.
“Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyaring informasi agar tidak terpengaruh isu yang bisa memecah persatuan,” katanya.
Menurut AKBP Suartika, kondisi keamanan di Dogiyai saat ini relatif aman. Meski demikian, aparat keamanan terus meningkatkan patroli untuk mencegah kemungkinan gangguan kamtibmas. Polda Papua Tengah juga meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap berita yang belum memiliki sumber yang jelas serta tidak segera menyebarkan konten yang belum terverifikasi.