Main Agenda: Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran

Trump Belum Setuju Gencatan Senjata 45 Hari dengan Iran

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai gencatan senjata 45 hari masih belum ditandatangani oleh Presiden Donald Trump, sehingga konflik terus berlangsung. Meski proposal dari para mediator telah disetujui oleh Washington, Trump belum memberikan persetujuan resmi, menurut laporan media AS.

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan kepada AFP bahwa proposal tersebut hanya salah satu dari banyak ide yang diusulkan, dan Trump belum menyetujui. “Operasi Epic Fury masih berjalan,” katanya. Awal pekan ini, AS dan Iran sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata 45 hari, jika memungkinkan.

Negosiasi ini melibatkan beberapa negara Timur Tengah sebagai mediator, meski Iran menolak negosiasi damai. Axios melaporkan, upaya ini diharapkan bisa mengarah pada penghentian perang permanen yang telah berlangsung lebih dari sebulan. Para mediator sedang merumuskan kesepakatan dua tahap, dengan tahap pertama berupa gencatan senjata 45 hari sebagai awal negosiasi.

“Ini adalah ultimatum 10 hari yang saya berikan kepada Iran untuk SEPAKAT atau BUKA SELAT HORMUZ. Waktu sudah hampir habis, 48 jam sebelum kita menjadikan mereka neraka,” ujar Trump di Truth Social pada Sabtu (4/3). Ia juga menyebutkan, “Kemuliaan bagi TUHAN!”

Trump bahkan menggunakan frasa ‘Alhamdulillah’ dalam unggahan di media sosial pribadinya, Truth Social, saat mengkritik Iran. AS sementara ini membatasi serangan terhadap fasilitas energi Iran karena khawatir dampaknya pada ekonomi global. Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dunia, sempat ditutup oleh Teheran, menyebabkan lonjakan harga bahan bakar minyak di berbagai negara.

Terbaru, Trump mengancam akan menyerang Iran jika Teheran tidak segera membuka Selat Hormuz dalam 48 jam. Ancaman ini terkait dengan keblokadean selat tersebut sejak perang antara AS-Israel dan Iran memanas 28 Februari lalu. Langkah pemerintah AS untuk menahan diri dari menargetkan infrastruktur energi Iran bertujuan menghindari gangguan pasokan minyak global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *