Important News: Praja IPDN Gotong Royong Pulihkan Situs Bersejarah Aceh Tamiang

Praja IPDN Gotong Royong Pulihkan Situs Bersejarah Aceh Tamiang

Sabtu (4/4), sejumlah Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bergerak langsung untuk membersihkan lumpur yang mengendap di situs sejarah Istana Benua Raja. Lokasi ini merupakan bagian dari peninggalan Kerajaan Benua Tunu, yang terletak di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi ini adalah bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah yang terkena banjir besar pada November lalu.

Kelompok Praja Pratama IPDN angkatan ke-36 tersebut menggunakan alat sederhana seperti sekop dan kereta dorong untuk mengangkat endapan lumpur yang mengeras di berbagai bagian bangunan bersejarah. Salah satu anggota, I Gusti Ngurah Erlang AW, aktif dalam kegiatan tersebut, menunjukkan semangat kerja keras untuk mengembalikan bentuk situs yang menjadi simbol penting sejarah Islam di Aceh.

“Kami merasa diberi tugas melaksanakan misi kemanusiaan. Kami sangat senang dan bangga, terutama karena kebanyakan dari kami ini pertama kalinya menjalani tugas di daerah bencana Aceh,” ujar Erlang saat diwawancara.

Pemulihan Lingkungan Pasca Banjir

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengatakan bahwa 731 Praja IPDN pada gelombang ketiga akan fokus pada pembersihan lumpur di lingkungan pemukiman warga, drainase, dan jalan desa. Tujuan utamanya adalah menyelesaikan masalah akibat endapan lumpur yang mencapai 4 hingga 5 meter.

Tito juga meminta para Praja IPDN bekerja keras untuk membersihkan area yang masih tertutup lumpur. Hal ini disampaikannya saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga di Istana Benua Raja, Aceh Tamiang. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan lingkungan, termasuk situs sejarah yang terkena dampak banjir,” tambah Tito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *