Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari Negara Lain Imbas Gejolak Timteng
Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari Negara Lain Imbas Gejolak Timur Tengah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah sedang membuka kemungkinan impor bahan bakar minyak (BBM) dari berbagai negara untuk memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi mengganggu pasokan global. Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tidak ingin membatasi sumber-sumber energi, terutama dalam situasi yang penuh ketidakpastian.
“Sekarang kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM. Jadi jangan kita milih-milih sekarang. Negara mana pun yang penting ada,” tutur Bahlil saat diwawancarai di kantornya, Senin (6/4).
Bahlil menjelaskan bahwa pasar energi global saat ini semakin dinamis dan kompetitif. Dalam proses pengadaan, Indonesia harus bersaing dengan negara lain untuk memperoleh pasokan. Ia menambahkan bahwa meskipun barang sudah tersedia dalam tender, ada kemungkinan pasokan tersebut dialihkan ke pembeli lain yang menawarkan harga lebih tinggi.
“Bayangkan sekarang ini orang sudah melakukan tender aja, barangnya sudah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu bisa berpotensi menjual ke pembeli yang menawar lebih tinggi,” jelasnya.
Dengan demikian, pemerintah sedang menyiapkan berbagai alternatif sumber pasokan untuk mengantisipasi gangguan distribusi dan peningkatan permintaan. Langkah ini juga mencakup kemungkinan ketergantungan pada pasokan dari Rusia. “Kita membuat beberapa alternatif yang penting bagi pemerintah adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap tersedia,” pungkas Bahlil.