New Policy: Anggota DPR: Harga BBM tak naik bentuk keberpihakan pada rakyat
Anggota DPR: Stabilisasi Harga BBM Menunjukkan Perhatian pada Rakyat
Dari Jakarta, anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji menilai langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai bentuk perhatian pada kebutuhan rakyat serta upaya menjaga kemampuan beli masyarakat saat ini. Ia menyatakan bahwa dalam kondisi ekonomi global yang kritis, keputusan untuk tidak menaikkan BBM subsidi menjadi perjuangan yang tidak mudah. “Pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam memprioritaskan rakyat dengan mempertahankan stabilitas harga, terlepas dari tekanan yang semakin kompleks,” jelas Sarmuji dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.
Koordinasi untuk Mempertahankan Kebijakan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah memastikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap stabil. Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, Prasetyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam pengambilan keputusan, sehingga Pertamina menyatakan belum akan menyesuaikan harga BBM,” tutur Prasetyo.
“Semoga konflik geopolitik segera berakhir agar harga minyak dunia kembali stabil dan tidak terus menambah beban APBN,” tegas Sarmuji.
Dalam situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian, Sarmuji menekankan pentingnya stabilitas harga energi global. Menurutnya, hal ini sangat berpengaruh pada beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya dari segi subsidi dan kompensasi energi. “Dengan menahan harga BBM, pemerintah meminimalkan tekanan terhadap inflasi dan menjaga biaya logistik tidak mengalami kenaikan tajam,” tambahnya.
Sarmuji juga menyoroti kebutuhan pemerintah untuk memperkuat strategi mitigasi risiko energi. Ia mendorong optimisasi cadangan dalam negeri, diversifikasi sumber daya, serta peningkatan efisiensi distribusi BBM agar tetap tepat sasaran. “Tantangan sektor energi masih akan dinamis, sehingga konsistensi kebijakan dan respons cepat pemerintah menjadi kunci,” ujarnya.
Langkah pemerintah menahan harga BBM, menurut Sarmuji, tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Ia berharap transparansi dalam pengelolaan subsidi dan kompensasi energi dapat terus dijaga untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap akuntabel dan berkelanjutan.