Solving Problems: Jalan Alternatif Bireuen-Aceh Tengah Putus Diterjang Banjir

Jalan Alternatif Bireuen-Aceh Tengah Putus Akibat Banjir

Kondisi Jalan di Kampung Wih Porak

Jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Aceh Tengah, khususnya di Kampung Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, kini terputus total karena terjangan banjir. Sebelumnya, jalur ini juga telah mengalami kerusakan pada Minggu (5/4), tetapi pihak setempat langsung melakukan upaya perbaikan. Sayangnya, pada Senin (6/4) sore, jalan tersebut kembali terganggu akibat kenaikan debit air sungai.

Sampai pukul 23:00 WIB, genangan air masih menghambat akses lalu lintas, termasuk kendaraan dua dan empat roda. “Jalan tersebut sebelumnya telah terputus pada Minggu (5/4), namun langsung ditangani oleh pemerintah setempat. Sayangnya, pada Senin (6/4) sore, jalan itu kembali putus karena debit air sungai naik,” ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, kepada CNNIndonesia.com.

Bencana yang Mengancam Akses

Jalur Wih Porak menjadi satu-satunya jalur alternatif menuju Aceh Tengah dari Bireuen setelah Jalan Nasional Enang-enang putus total akibat bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu. “Itu jalan Wih Porak adalah pengalihan dari Jalan Nasional Enang-enang yang hingga kini belum bisa dilewati sejak bencana hidrometeorologi. Jadi, jika jalur ini juga putus, tidak ada jalan lain kecuali melalui jalan KKA (Aceh Utara),” jelas Ilham.

Di lokasi tersebut, antrean kendaraan terus berdatangan karena akses masih terhalang. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan dua alat berat di lokasi untuk menangani pemulihan, tetapi belum bisa beroperasi secara optimal akibat tingginya debit air. “Ada dua alat berat yang standby di sana dan menangani, tapi terkendala debit air yang masih tinggi,” tambah Ilham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *