DPR Usul Pembelian LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina Mata

DPR Usul Pembelian LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina Mata

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan penerapan sistem pembelian gas subsidi LPG 3 kg dengan menggunakan teknologi sidik jari atau retina mata. Menurutnya, metode ini bisa memastikan distribusi bahan bakar subsidi mencapai target yang tepat. “Dengan sistem ini, kita bisa memastikan penerima manfaat subsidi LPG 3 kg lebih akurat, bukan hanya bergantung pada data sentral pemerintah, tetapi juga diuji berulang kali melalui verifikasi sidik jari atau retina mata,” jelas Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/4) sebagaimana dilansir Detik News.

Usulan untuk Mengoptimalkan Subsidi

Usulan tersebut muncul dalam respons Said terhadap diskusi tentang pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Ia menolak ide pengurangan subsidi BBM karena dianggap membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kalau subsidi BBM dikurangi, saya tidak setuju. Yang dibutuhkan justru adalah memastikan subsidi LPG 3 kg sampai tepat kepada yang berhak,” tegasnya.

“Kenapa kita mengotak-atik subsidi? Kenapa tidak bicara tentang harga nonsubsidi yang belum naik hingga sekarang?”

Said menjelaskan bahwa jumlah penerima subsidi LPG 3 kg saat ini lebih kecil dari alokasi anggaran yang ditetapkan. Menurut data dari pihaknya, jika distribusi benar-benar terarah, hanya sekitar 5,4 juta orang yang layak menerima bahan bakar tersebut. “Dari pagu 8,6 juta, angka yang tepat sasaran adalah 5,4 juta,” tambahnya.

Ia juga menyoroti dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap berbagai sektor, bukan hanya BBM. Said berharap pemerintah tidak melakukan penyesuaian subsidi yang membebani rakyat. “Kenaikan harga energi internasional memengaruhi banyak aspek. Jadi, kita harus fokus pada penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya sekadar mengurangi subsidi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *