Key Issue: BGN Ambil Sampel Makanan SPPG di Jaktim Usai 72 Siswa Keracunan
BGN Periksa Sampel Makanan SPPG Setelah 72 Siswa Keracunan
Sebanyak 72 siswa di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim), mengalami keracunan setelah memakan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk investigasi lebih lanjut. Peristiwa ini terjadi usai siswa mengonsumsi menu spageti yang disediakan.
Deputi BGN Berharap Seluruh Siswa Pulang Besok
Deputi BGN, Nanik S Deyang, mengatakan pihaknya sedang memeriksa spesimen makanan di laboratorium. “Kan hasil labnya belum keluar. Setiap ada kejadian pasti kita periksa di lab spesimen menunya,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).
“Kan hasil labnya belum keluar. Setiap ada kejadian pasti kita periksa di lab spesimen menunya,” kata Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).
Nanik juga sudah mengunjungi siswa yang sedang dirawat di rumah sakit. Menurutnya, kondisi mereka sudah menunjukkan peningkatan. “Sudah mulai membaik bahkan sudah pada keluar RS hari ini,” ujarnya.
Dia menyebut sebagian siswa telah dipulangkan dari rumah sakit, sementara sisanya masih dalam pengawasan. “Belum (seluruhnya pulang) mungkin besok semua pulang semua ya, mudah-mudahan,” tambahnya.
BGN Dalami Penyebab Keracunan
Sebelumnya, BGN menyatakan akan menyelidiki akar masalah keracunan tersebut. Dari laporan, 50 siswa masih menerima perawatan di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.
“Ya sudah dong (dicek), kan ada Kepala SPPG, Korwil, dan Kareg (Kepala Regional). Saya juga akan cek,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang saat dihubungi, Minggu (5/4).
Nanik belum merinci temuan atau masalah di SPPG Pondok Kelapa. Ia menegaskan keputusan akhir akan diambil setelah pemeriksaan menyeluruh selesai. “Soal suspend nanti kita lihat perkembangannya,” katanya.
Siswa yang terkena keracunan berasal dari empat sekolah, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Dari total 72 orang, sejumlah 50 masih menjalani perawatan, sementara sisanya sudah diperbolehkan pulang.