Special Plan: Fasilitas Sekolah Rakyat 32 Natuna dibangun mulai Mei 2026
Fasilitas Sekolah Rakyat 32 Natuna dibangun mulai Mei 2026
Menurut Bumi, kepala Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 32 Natuna, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut akan dimulai pada bulan Mei 2026. Pemerintah pusat telah menetapkan jadwal pembangunan ini, dengan Kabupaten Natuna menjadi salah satu daerah yang telah siap menerima proyek tersebut.
Dalam pernyataannya, Bumi menekankan kesiapan daerah yang ditunjukkan oleh penyediaan lahan khusus oleh Pemerintah Kabupaten Natuna. Lahan tersebut terletak di kawasan Kompleks Masjid Agung Baitul Izzah, yang akan menjadi lokasi utama pembangunan.
“Informasi terbaru yang saya dapatkan, pembangunan akan dimulai pada bulan Mei mendatang,” ujar Bumi.
Menurut Bumi, tahun ajaran baru SR di Natuna rencananya dimulai pada Juli 2026, seperti kalender pendidikan umum. Namun, gedung permanen diperkirakan belum bisa digunakan sebelum akhir tahun ajaran tersebut. Untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar, pemerintah akan membangun ruang kelas portabel sambil menunggu pembangunan selesai.
Kebijakan pemerintah pusat menyebutkan jumlah siswa yang akan direkrut sebanyak 90 orang per jenjang pendidikan. Dengan demikian, total peserta didik baru di Natuna diprediksi mencapai 270 orang, karena SR mencakup pendidikan dasar hingga menengah atas. Tujuan ini dirancang agar setiap kelas tidak terlalu padat, sekitar 20 hingga 25 siswa per kelas.
“Target kami merekrut dari jenjang SD hingga SMA sekitar 100 siswa saja. Kami ingin setiap rombongan belajar tidak terlalu padat, sekitar 20 hingga 25 siswa per kelas,” katanya.
Pembangunan SR Natuna sebenarnya sudah dimulai pada 2025 dengan 70 siswa total. Rombongan belajar saat itu terdiri dari satu kelas untuk SD, dua kelas untuk SMP, dan satu kelas untuk SMA. Saat ini, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Natuna.
Nantinya, untuk tempat tinggal siswa baru, pihak sekolah akan mengalihkan kamar yang sebelumnya digunakan oleh para guru di Asrama Haji. Sementara itu, para guru akan ditempatkan di luar area asrama sementara hingga fasilitas baru rampung.
“Untuk sementara, kamar di Asrama Haji akan digunakan untuk siswa. Sedangkan guru akan kami carikan tempat tinggal di luar sambil menunggu fasilitas baru selesai,” ujar dia.