New Policy: IIF tegaskan orientasi terhadap pengelolaan risiko iklim

IIF tegaskan orientasi terhadap pengelolaan risiko iklim

Dari Jakarta, Selasa (25 Januari 2026) – Rizki Pribadi Hasan, Direktur Utama IIF, mengemukakan fokus perusahaan terhadap pengelolaan risiko iklim. Ia menyampaikan bahwa IIF tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengutamakan pengelolaan risiko iklim sebagai prioritas strategis. Hal ini dilakukan dengan memastikan setiap pembiayaan menghasilkan dampak signifikan terhadap lingkungan dan sosial.

Dalam proses transisi menuju ekonomi rendah karbon, IIF telah mengalihkan alokasi dana ke proyek infrastruktur berkelanjutan, seperti energi terbarukan dan proyek yang tahan terhadap perubahan iklim. Meski membutuhkan modal awal yang lebih besar, proyek tersebut dinilai menawarkan stabilitas pendapatan jangka panjang serta risiko yang lebih terkendali.

Komitmen IIF terhadap keberlanjutan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Danareksa dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Kerja sama ini bertujuan mendorong penerapan prinsip ESG dalam pembiayaan sektor produktif. Selain itu, kepercayaan investor global terhadap IIF terus meningkat, terlihat dari investasi 30 juta dolar AS yang diberikan FinDev Canada pada awal 2026 sebagai dukungan untuk pengembangan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Kinerja Keuangan dan Pendekatan Investasi

Rizki juga mengungkapkan kinerja keuangan IIF selama tahun buku berakhir 31 Desember 2025. Perusahaan berhasil mencatat laba bersih Rp185 miliar, naik 51,2 persen dari Rp122,5 miliar tahun sebelumnya. Total aset perusahaan tumbuh 5 persen secara tahunan, mencapai Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan aset produktif sebesar 2 persen.

“Dalam menghadapi transisi keberlanjutan, perusahaan tidak hanya dituntut bergerak cepat, tetapi juga cermat dalam mengelola risiko. Pendekatan yang diambil bukan semata soal kecepatan, melainkan bagaimana memastikan setiap keputusan investasi tetap fleksibel, terukur, dan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan jangka panjang,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *