Video: DPR Ungkap Efek Kenaikan Harga Minyak ke Beban APBN & Harga BBM

Video: DPR Ungkap Efek Kenaikan Harga Minyak ke Beban APBN & Harga BBM

Jakarta – Di tengah kenaikan harga minyak mentah global yang mencapai level di atas USD 110 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah, Pemerintah RI berkomitmen untuk menjaga harga BBM Subsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Tindakan ini diambil untuk mengamankan daya beli masyarakat dan mengurangi tekanan inflasi yang disebabkan oleh ketidakstabilan pasar global, menurut Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI, dianggap sangat tepat.

Meski demikian, pemerintah bersama DPR terus menghitung dampak ditahannya harga BBM Subsidi terhadap beban APBN dan ekonomi RI. Kenaikan harga minyak global disebut Misbakhun memiliki risiko terhadap ekonomi karena terkait subsidi BBM yang pada asumsi APBN 2026 mencapai Rp 380 Triliun. Saat harga minyak global naik, beban yang ditanggung APBN meningkat, namun jika harga BBM subsidi terus stabil, dampak rambatannya ke tekanan ekonomi juga akan berubah.

“Berdasarkan hitungan Pemerintah, apabila harga minyak global berada di kisaran USD 100 per barel, APBN masih mampu mempertahankan harga BBM Subsidi tetap stabil melalui penghematan anggaran yang dialokasikan khusus untuk subsidi tersebut,”

Sementara itu, kenaikan harga minyak global juga berdampak pada harga CPO, nikel, batu bara, serta komoditas pangan. Karena itu, Indonesia, sebagai negara yang memiliki beragam komoditas ekspor unggulan, berpotensi memperoleh keuntungan melalui skema windfall tax.

Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk membatasi defisit APBN di bawah 3% demi mempertahankan kepercayaan pasar terhadap RI. Untuk informasi lebih lanjut, simak wawancara Andi Shalini dengan Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI, dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 07/04/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *