Sabalenka capai tonggak sejarah baru sebagai petenis No.1 dunia
Sabalenka capai tonggak sejarah baru sebagai petenis No.1 dunia
Jakarta – Aryna Sabalenka mencetak rekor baru dengan menorehkan catatan 77 minggu berturut-turut sebagai pemain perempuan teratas dunia, melampaui pencapaian Chris Evert yang sebelumnya menjadi pemegang rekor. Berdasarkan laporan WTA, Sabalenka berada di posisi ke-11 dalam daftar pemain putri yang memegang peringkat pertama terlama sepanjang masa. Untuk masuk ke sepuluh besar, ia harus mengalahkan Martina Hingis yang saat ini menduduki peringkat ke-10.
Dalam musim 2026, Sabalenka memulai dengan dominasi yang luar biasa, mencatatkan kemenangan 23 kali dari 24 pertandingan, serta mengoleksi tiga gelar. Ia memenangkan gelar pertama di Brisbane, lalu menang dalam final Australian Open setelah kehilangan satu pertandingan melawan Elena Rybakina. Setelah absen dari rangkaian turnamen Timur Tengah di bulan Februari, Sabalenka kembali dan meraih gelar Indian Wells pertama serta Miami Open kedua secara beruntun.
Di antara pemain top dunia, Sabalenka kini menduduki puncak klasemen Race to the WTA Finals. Ia mengumpulkan 11.025 poin, yang mengungguli Rybakina dengan selisih 2.917 poin. Sejumlah pemain legendaris seperti Steffi Graf dan Serena Williams tetap memimpin daftar pemain yang memegang peringkat pertama terlama, dengan total 186 minggu berturut-turut. Martina Navratilova berada di urutan ketiga dengan 156 minggu, sementara Ashleigh Barty mengoleksi 114 minggu. Rekor Evert sebelumnya berada di 113 minggu, yang kini dikejar Sabalenka.
Di posisi keempat, Graf juga menorehkan catatan 94 minggu, diikuti oleh Monica Seles dengan 91 minggu. Navratilova kembali menempati peringkat kelima dengan 90 minggu, sementara Graf kembali di peringkat keenam dengan 87 minggu. Hingis, yang dulu memegang rekor 80 minggu, menutup daftar sepuluh besar. Dengan catatan ini, Sabalenka semakin mendekati ambisi memperpanjang dominasi di puncak peringkat.
Sabalenka segera menghadapi kompetisi di WTA 500 Porsche Tennis Grand Prix di Stuttgart. Meski belum pernah memenangkan gelar di sana, ia telah mencapai babak final empat kali sebelumnya.