Krisis BBM Tetangga RI Makin Parah – SPBU Penuh-Jam Operasi Dibatasi
Krisis BBM Tetangga RI Makin Parah, SPBU Penuh-Jam Operasi Dibatasi
Kendaraan bermotor berdesak-desakan di SPBU Dhaka, Bangladesh, Senin (6/4/2026), menyusul kekhawatiran mengenai kelangkaan bahan bakar akibat konflik antara AS-Israel dan Iran. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Langkah Pemerintah untuk Stabilkan Pasokan
Pemerintah Bangladesh mengambil tindakan penghematan energi dengan memperpendek jam kerja kantor hingga pukul 16.00 dan mengharuskan pasar serta pusat perbelanjaan ditutup pada 18.00. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi penggunaan listrik, sementara pembelian bahan bakar juga dibatasi melalui penyesuaian waktu operasional SPBU. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
“Kabinet menyetujui langkah-langkah ini Kamis lalu untuk mengatasi ketidakstabilan energi di Bangladesh, negara yang bergantung pada impor bahan bakar dan terdampak oleh fluktuasi harga serta ketidakpastian pasokan akibat perang antara AS-Israel dan Iran,” kata para pejabat. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Penyesuaian Operasional dan Penghematan
Pemerintah mendorong pengurangan pengeluaran publik non-esensial serta meminta industri menekan penggunaan listrik berlebihan. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Sementara itu, Kementerian Pendidikan sedang mempertimbangkan rencana pengaturan jadwal pembelajaran dan pengalihan ke pembelajaran daring. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Permintaan Dana Eksternal untuk Impor Energi
Langkah-langkah tambahan meliputi upaya mendapatkan dana luar negeri senilai lebih dari US$2,5 miliar atau sekitar Rp 42,6 triliun. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Dana tersebut digunakan untuk membayar impor bahan bakar dan gas alam cair, karena kenaikan biaya energi semakin menggerus cadangan devisa. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)