Meeting Results: Oki Ramadhana Maju Jadi Calon Direksi BEI Bersama 6 Sosok Ini

Oki Ramadhana Bersaing sebagai Calon Direktur Utama BEI di Masa Jabatan 2026-2030

Dari Jakarta, Oki Ramadhana dilaporkan bersaing sebagai salah satu kandidat untuk jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Ia menjadi bagian dari lima paket calon direksi yang akan menentukan kepemimpinan baru di lembaga pengatur pasar modal nasional. Selain Oki, empat paket lainnya juga diusung oleh kelompok yang berbeda.

Kriteria Seleksi dan Proses Pencalonan

Badan Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan tentang persyaratan pencalonan. Dalam proses tersebut, paket calon direksi BEI harus didukung oleh minimal 10 anggota bursa (AB). Kriteria ini melibatkan indikator seperti nilai transaksi, frekuensi perdagangan, serta kontribusi aktivitas anggota bursa selama satu tahun terakhir.

“10 anggota bursa. Ada persentase dari nilai, kemudian dari transaksi ya, dari frekuensi. Nah, kombinasi semua masih dibaca nanti pasalnya. Kurang lebih sih sudah diatur secara detail ya, eligibility atau siapa saja anggota bursa dan berapa porsi yang akan dihitung untuk dapat mencalonkan paket tapi ya,”

OJK juga menekankan tanggung jawab AB dalam memastikan kualitas kandidat. Mereka wajib melakukan evaluasi terhadap kecakapan, kapasitas, kompetensi, serta integritas calon direksi. Proses ini harus dilakukan secara matang, bukan sembarangan.

Cut off eligibilitas berdasarkan data aktivitas AB dari April 2025 hingga Maret 2026. Batas akhir penyampaian paket calon direksi ke OJK ditetapkan hingga 4 Mei 2026. Sejumlah nama kuat dari sektor pasar modal, perbankan, dan korporasi nasional sudah terdaftar sebagai kandidat.

Daftar Calon Direksi

Paket pertama diusung oleh Oki Ramadhana, yang menjabat sebagai Direktur Utama BEI. Anggota lain dalam paket ini termasuk: Wuddy Darsono (Direktur Pengembangan), Stephanus Turangan (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota), Bernardus Sumargo (Direktur Penilaian), Poltak Hotradero (Direktur Keuangan SDM dan Umum), Syafruddin (Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko), serta Yoga Mulya (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan).

Tim Iding Pardi menyajikan paket kandidat lainnya. Anggota yang terlibat antara lain Zaki Mubarak, Yulianto Aji Sadono, Umi Kulsum, Ahmad Subagja, Yohannes Liauw, dan Andre Tjahjamuljo. Sementara itu, paket dari Jeffrey Hendrik meliputi Irvan Susandy, R. Haidir Musa, Irwan Abdalloh, R. M. Irwan, serta Atep Salyadi Dariah Saputra.

Tim Laksono Widodo juga mengajukan proposal dengan Fifi Virgantria, Heru Handayanto, John Tambunan, Donny Arsal, Lidia M. Panjaitan, dan Saidu Solihin. Terakhir, Edwin Ridwan memimpin paket bersama Feb Sumandar, Gurasa Siagian, Suryadi, Freddy Hendradjaja, Aji Sudarmaji, serta Yohanes Arts Abimanyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *