New Policy: Kemenag: 3,5 juta orang manfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik
Kemenag: Lebih dari 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Fasilitas Masjid Ramah Pemudik
Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengungkapkan bahwa sebanyak 3.592.348 orang melakukan penggunaan layanan masjid yang disiapkan khusus untuk pemudik selama masa arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026. Menurut Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini, jumlah pemudik yang menggunakan layanan Masjid Ramah Pemudik melampaui 3,5 juta orang. Ini mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang berbasis tempat ibadah,” kata Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa.
Layanan ini diberikan oleh 6.859 masjid yang disiapkan sejak H-9 hingga H+7 selama masa libur Lebaran. Angka tersebut belum mencakup pemudik yang memanfaatkan fasilitas dari vihara, gereja, atau tempat ibadah lainnya yang juga terlibat dalam program tersebut.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa kenaikan penggunaan layanan juga didukung oleh persiapan fasilitas dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh masjid-masjid yang terlibat. Ia menyebutkan bahwa sekitar 54 persen dari pemudik yang menggunakan fasilitas tersebut adalah pengguna sepeda motor, disusul mobil sebesar 45 persen, serta 1 persen untuk transportasi lainnya.
“Data yang kami kumpulkan adalah estimasi sementara dari masjid yang terdaftar dalam program ini. Secara nyata, jumlah pemudik yang singgah diperkirakan lebih besar,” ujar Arsad.
Arsad mengharapkan program ini terus berkembang dengan meningkatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran media dan masyarakat, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. “Program ini tidak hanya mengenai layanan fisik, tetapi juga menciptakan kepedulian dan kebersamaan dalam masyarakat,” tuturnya.
Abu menilai lokasi masjid di jalur strategis seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera menjadi faktor utama dalam menunjang kenyamanan pemudik. Ketersediaan masjid yang mudah diakses membuatnya menjadi tempat istirahat yang praktis serta aman bagi pengguna jalan.
“Masjid tidak hanya dilihat sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang publik yang bisa memberikan pelayanan kepada siapa saja. Fasilitas seperti tempat sholat, air bersih, dan ruang istirahat menjadi kebutuhan dasar pemudik,” jelas Abu.
Dalam tahun 2025, jumlah pemudik yang singgah di masjid tercatat sebanyak 1.617.641 orang, meskipun jumlah masjid yang terlibat dalam program tersebut hanya sekitar 8.710. Abu menilai peningkatan angka tersebut menggambarkan pergeseran persepsi masyarakat tentang peran masjid dalam mendukung kebutuhan pemudik.