Meeting Results: Kemdiktisaintek dukung penanganan sampah nasional berbasis teknologi

Kemdiktisaintek dukung penanganan sampah nasional berbasis teknologi

Jakarta – Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa, Menteri Brian Yuliarto mengungkapkan dukungan untuk mempercepat penanganan sampah nasional dengan memperkuat kerja sama lintas sektor. Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq, yang juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya ini.

Menurut Mendiktisaintek, pendekatan berbasis teknologi dan sains menjadi fondasi utama dalam merancang solusi efektif untuk pengelolaan sampah berkelanjutan. “Kami telah merancang kerangka makro sebelumnya, namun setelah melihat kondisi di lapangan, kami akan menggunakan data TPS 3R yang sudah ada untuk segera masuk ke fase implementasi,” jelas Brian melalui keterangan resmi.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan melihat hasil riset dan perumusan dari para akademisi, sehingga pelaksanaan di lapangan dapat lebih selaras,” kata Menteri Hanif Faisol Nurofiq.

Kerangka kebijakan yang dibuat sebelumnya kini diarahkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk lebih relevan dengan kondisi aktual. Dalam konteks ini, Kemdiktisaintek mendorong pemanfaatan optimal lebih dari 100 Tempat Penampungan Sementara (TPS 3R) yang tersedia sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di tingkat awal.

Menteri Brian juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam proses tersebut. “Institusi pendidikan tinggi akan terlibat aktif, baik melalui kontribusi dosen, peneliti, maupun mahasiswa dalam kegiatan survei, pemetaan, dan analisis teknis,” tambahnya.

Menyambut langkah Kemdiktisaintek, Menteri LH menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dalam memperkuat basis ilmiah kebijakan pengelolaan sampah. “Kolaborasi dengan akademisi menjadi kunci untuk memastikan kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif,” ujarnya.

Dalam upaya memperkuat ekosistem pengelolaan sampah, pemerintah juga menekankan pentingnya intervensi di tingkat sumber. “Pendekatan ini signifikan karena sampah rumah tangga dengan komposisi organik tinggi masih mendominasi timbulan di perkotaan, sehingga perlu ditekan beban pengolahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan,” tutur Hanif Faisol Nurofiq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *