Polri: Rekrutmen Akpol 2026 mengedepankan akuntabel dan humanis
Polri: Rekrutmen Akpol 2026 mengedepankan akuntabel dan humanis
Jakarta, Selasa
Dalam rangka penyelenggaraan rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026, Polri menegaskan bahwa proses penerimaan calon taruna dan taruni berbasis prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Pernyataan ini diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa.
“Sejak reformasi 1998, Polri telah menerapkan budaya polisi sipil yang menghargai hak asasi manusia, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta mengutamakan pendekatan layanan yang manusiawi,” tambah Johnny.
Menurut Johnny, prinsip bersih berarti seleksi calon anggota Polri dilakukan secara adil, jujur, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sementara transparansi mencakup kegiatan yang terbuka dan melibatkan pengawas dari dalam dan luar institusi. Akuntabel, di sisi lain, memastikan setiap tahapan rekrutmen bisa dipertanggungjawabkan. “Setiap proses seleksi dilakukan dengan sikap ramah, sopan, dan menghormati hak-hak peserta,” jelasnya.
Dalam data terbaru, jumlah pendaftar yang mengikuti rekrutmen Akpol 2026 mencapai 7.988 orang melalui sistem daring. Dari total tersebut, 5.432 peserta telah lolos verifikasi dan siap mengikuti tahap administrasi saat ini.
Johnny menegaskan bahwa rekrutmen ini merupakan langkah investasi jangka panjang Polri untuk menghasilkan pemimpin masa depan. Ia juga menyampaikan upaya terus dilakukan untuk memperbaiki kurikulum pendidikan di institusi kepolisian, termasuk Akpol, agar nilai-nilai kepribadian semakin kuat dan praktik kekerasan dalam hubungan antar generasi dihilangkan.
Polri mengajak masyarakat untuk mendukung seluruh proses rekrutmen terpadu, sebagai bagian dari pengembangan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.