Special Plan: BPJS Kesehatan gandeng TNI jangkau 3T dengan kapal rumah sakit
BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan TNI untuk Jangkau Wilayah 3T
Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memperluas akses layanan kesehatan ke daerah yang terpencil, terdepan, dan terluar. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, atau akrab disapa Pujo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program quick win yang bertujuan memberikan manfaat cepat bagi masyarakat. “Kami telah berdiskusi dengan Menteri Pertahanan, dan rencananya akan bertemu dengan Panglima TNI serta Kepala Staf Angkatan Laut untuk melanjutkan kerja sama ini,” jelas Pujo dalam wawancara di Jakarta, Selasa.
Fasilitas Kesehatan Terapung Sebagai Solusi
Dalam kerja sama tersebut, tiga kapal rumah sakit telah berpartisipasi, salah satunya adalah Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga. Pujo menuturkan bahwa lembaganya akan terus memperluas kolaborasi dengan unit lain, setelah mendapat arahan dari institusi terkait. “Tujuan utamanya adalah menjembatani kebutuhan masyarakat di daerah terpencil yang belum memiliki akses layanan kesehatan memadai,” tambahnya.
“Dengan pendekatan ini, layanan kesehatan yang selama ini terbatas bisa mencapai hingga daerah tertinggal,” ujar Pujo.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah 3T menjadi fokus utama, sehingga BPJS Kesehatan juga intensif mengoptimalkan kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk memastikan pelayanan merata. Saat ini, BPJS Kesehatan telah melayani 283 juta peserta, dengan 81,5 persen di antaranya aktif atau mencapai 266 juta lebih. “Cakupan perlindungan ini menunjukkan upaya kami untuk menjangkau lebih banyak orang,” terang Pujo.
Lebih lanjut, BPJS Kesehatan telah bertransaksi dengan lebih dari 23.000 klinik dan 3.170 rumah sakit di seluruh Indonesia. Setiap hari, lembaga ini menyalurkan dana sebesar Rp2 juta untuk biaya layanan kesehatan peserta JKN. “Dari total anggaran sebesar Rp500 miliar per hari, program ini menjadi bagian integral dalam memperkuat sistem kesehatan nasional,” katanya.