Special Plan: Puskesmas Cilandak gelar magang kerja bagi anak “down syndrome”

Puskesmas Cilandak Lakukan Observasi Magang untuk Anak Down Syndrome

Jakarta – Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan pengamatan magang kerja bagi anak-anak dengan kondisi genetik tertentu, yaitu Down Syndrome (ADS), yang merupakan bagian dari binaan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS). Kegiatan ini dilakukan untuk merayakan Hari Down Syndrome, Selasa lalu.

“Awalnya mereka mengajukan permohonan magang, tapi karena keterbatasan kapasitas dan belum adanya mekanisme yang terstruktur, kegiatan ini diubah menjadi pengamatan layanan,” ujar Kepala Puskesmas Cilandak, Sunersi Handayani saat ditemui di lokasi, Selasa lalu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tiga anak berusia sekitar 18 hingga 20 tahun yang sebelumnya mengajukan permohonan untuk mengikuti program magang. Mereka diberi kesempatan untuk mengamati berbagai layanan di puskesmas dengan bimbingan staf, bertujuan memperkenalkan lingkungan kerja serta menggali potensi mereka.

“Mereka akan mengobservasi layanan seperti administrasi dan pendaftaran, dengan bimbingan dari staf. Tujuannya adalah agar mereka bisa menampilkan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas pelayanan,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung selama sehari dengan durasi sekitar empat jam, disesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuan peserta.

“Mereka dijadwalkan hadir pukul 08.00 WIB, meski tadi sudah datang lebih awal karena antusias. Kegiatannya dibagi ke beberapa unit, tetapi sifatnya hanya observasi tanpa tugas teknis,” katanya.

Sebelumnya, puskesmas melakukan evaluasi awal untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kemampuan komunikasi peserta, sehingga pendampingan bisa disesuaikan.

“Tantangan utamanya adalah komunikasi, sehingga dibutuhkan empati dan kesabaran. Selain itu, daya tahan fisik dan kemampuan menyerap informasi juga diperhatikan,” ujarnya.

Meski demikian, pihak puskesmas menyatakan kegiatan berjalan lancar dan peserta menunjukkan sikap kooperatif selama mengikuti pengamatan.

“Kegiatan ini adalah yang pertama di wilayah Cilandak, sehingga diharapkan menjadi awal untuk membuka akses anak-anak Down Syndrome ke dunia kerja. ‘Kami akan evaluasi terlebih dahulu. Nanti, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini diadakan secara rutin dengan rotasi peserta,’ katanya.”

Kesempatan untuk Berkeliling dan Mengenal Lingkungan Kerja

Salah satu peserta, Desvita Annisa (20), mengatakan senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan memberinya kesempatan untuk berkeliling dan memahami lingkungan puskesmas.

“Saya ingin menjadi suster agar bisa membantu anak-anak kecil dan ibu hamil,” ujar Evy yang didampingi orang tuanya.

Berdasarkan data dari Puskesmas Cilandak, pada tahun 2025 terdapat 578 penyandang disabilitas, namun hanya 108 orang yang terdaftar di DTKS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *