Key Discussion: Menteri LH minta pemda wilayah rentan karhutla tetapkan siaga darurat

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Pemda Wilayah Rentan Karhutla Tetapkan Status Siaga Darurat

Dalam pertemuan koordinasi mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 yang diadakan di Jakarta, Selasa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LH/Kemenhut) Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya pemimpin daerah wilayah rawan karhutla segera mengambil langkah untuk menetapkan kondisi siaga darurat. Ia menyatakan bahwa status ini diperlukan guna memaksimalkan upaya pencegahan dan mitigasi yang terkoordinasi.

Status Siaga Darurat Masih Tidak Merata

Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, hingga kini hanya dua provinsi yang telah memperkenalkan status darurat, yakni Kalimantan Barat dan Riau. Ia menyarankan agar seluruh gubernur dan bupati segera melaksanakan hal ini, karena penetapan siaga darurat akan memudahkan dukungan dari pusat untuk daerah-daerah yang membutuhkan.

“Dengan adanya status siaga darurat, kita dapat lebih cepat merespons kondisi ekstrem yang mungkin terjadi, terutama di wilayah dengan risiko tinggi,” ujar Hanif.

El Nino dan Musim Kemarau Memperbesar Risiko

Menurut Menteri Hanif, pengawasan terhadap tinggi muka air tanah gambut menjadi kunci dalam menghadapi potensi musim kemarau yang lebih lama. BMKG memperkirakan El Nino moderat akan berdampak pada paruh kedua tahun ini dengan peluang terjadi mencapai 50-80 persen. Kondisi ini memperkuat kebutuhan untuk memperketat langkah-langkah pencegahan di enam provinsi yang rawan, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi Modifikasi Cuaca untuk Pemadaman Dini

Untuk mengurangi risiko api menjalar, pemerintah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di area rawan. Langkah ini bertujuan membantu menstabilkan kondisi lingkungan dengan memberi air pada lahan gambut yang menjadi fokus utama. Hanif menambahkan, pemantauan kondisi iklim dan tingkat air tanah gambut sangat penting untuk memperpanjang durasi hujan dan mencegah api meluas.

Penyebaran Karhutla Terus Meningkat

Data dari Kementerian Kehutanan mencatat, sampai Februari 2026, luas area karhutla mencapai 32.637,43 hektare. Pada Maret 2026, perkiraan luasnya meningkat menjadi 10.175,48 hektare, dengan Riau sebagai wilayah paling terdampak sebesar 8.858,87 hektare. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kepulauan Riau juga tercatat sebagai daerah yang mengalami penyebaran api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *