Key Strategy: Kapal tanker Qatar ubah haluan sebelum lewati Selat Hormuz
Kapal Tanker Qatar Mengubah Arah Sebelum Melintasi Selat Hormuz
Istanbul – Dua kapal pengangkut gas alam cair (LNG) dari Qatar terlihat mengubah jalur perjalanan mereka sebelum memasuki Selat Hormuz. Kedua kapal, bernama Rasheeda dan Al Daayen, awalnya bergerak dari negara Teluk itu menuju jalur strategis tersebut. Namun, sesuai data pelacakan dari MarineTraffic, mereka berbalik arah dan berputar-putar di Teluk Persia, dekat wilayah Oman.
Konflik Memengaruhi Jalur Pelayaran
Upaya ini menjadi pertama kalinya kapal LNG Qatar mencoba melewati Selat Hormuz sejak konflik regional memanas pada 28 Februari 2026. Saat itu, serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran memicu ketegangan yang memengaruhi lalu lintas perairan. Menurut data pelacakan, kemacetan di jalur ini mengakibatkan penurunan sekitar 20 persen volume pengangkutan minyak dan LNG global.
Saat ini, kontrol terhadap Selat Hormuz berada di tangan Iran sebagai bentuk respons atas serangan yang terjadi. Pelayaran melalui jalur ini krusial bagi sebagian besar perdagangan energi dunia, sehingga setiap gangguan memiliki dampak langsung pada pasar dan kegiatan transportasi regional.
Oman Berupaya Memastikan Kelancaran
Pada 5 April, Oman mengumumkan telah berdiskusi dengan Iran untuk menemukan solusi agar kapal bisa melewati Selat Hormuz secara aman. Meski demikian, kemacetan masih terjadi, dan kapal-kapal tersebut belum menunjukkan tanda-tanda pasti akan menyelesaikan perjalanan mereka. Data terbaru menunjukkan kedua kapal berada di dekat Oman setelah mengubah arah.
Jika berhasil melewati Selat Hormuz, perjalanan ini akan menjadi tanda pertama pengiriman LNG melalui jalur tersebut sejak konflik dimulai. Namun, kepastian masih terbuka, dengan kondisi yang terus berubah akibat ketegangan yang mengganggu alur lalu lintas maritim.