New Policy: SUSTAINABILITAS pacu pembangunan berkelanjutan lewat platform TLFF

Sustainabilitas Dorong Pembangunan Berkelanjutan Melalui Platform TLFF

Jakarta – Pemerintah menggeser perspektif pembangunan nasional dengan menempatkan ekonomi hijau sebagai elemen utama dalam perencanaan strategis, terutama menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana hidrometeorologi. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Leonardo A.A. Teguh Sambodo, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (30/3).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pusat Kajian Keberlanjutan (SUSTAINABILITAS) Universitas Harkat Negeri meluncurkan kembali platform Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF) pada 2026. Platform ini berperan sebagai wadah pembiayaan yang menyatukan kekuatan lintas sektor untuk mempercepat proyek pengembangan berkelanjutan. TLFF, yang pertama kali diperkenalkan pada 2016 dengan dukungan UN Environment Programme dan World Agroforestry Centre, dirancang untuk menyalurkan dana jangka panjang dalam bentuk pinjaman, dukungan teknis, atau pendanaan melalui pendekatan blended finance.

KLINIK KEBERLANJUTAN SEBAGAI PUSAT KOLABORASI

“SUSTAINABILITAS menjadi rumah bagi TLFF. Di sini kita bersama-sama akan menghasilkan studi, rekomendasi kebijakan, serta menggali potensi penyelesaian masalah. Kami juga membangun kerja sama dengan berbagai pihak, menarik investasi, dan mendorong partisipasi aktif bisnis serta masyarakat,” jelas William Sabandar, Direktur SUSTAINABILITAS, dalam pidatonya di Jakarta, Selasa.

Menurut Satya Tripathi, Sekretaris Jenderal Global Alliance for a Sustainable Planet, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam agenda ekonomi hijau global. Ia menyoroti bahwa dengan target Net Zero Emissions (NZE) 2030, negara ini dapat memanfaatkan kekayaan sumber daya alamnya, termasuk cadangan karbon sebesar 600 juta ton, sebagai penopang strategi pengembangan berkelanjutan. Dengan kehadiran TLFF, Indonesia dianggap sebagai lingkungan yang cocok untuk menggerakkan inisiatif ekonomi hijau.

KONTRIBUSI INSTITUSI UNTUK KEBERLANJUTAN

“Saya yakin bahwa kolaborasi dan kelembagaan adalah kunci keberlanjutan. Ide hanya akan berdampak nyata jika didukung oleh institusi yang kuat. Institusi mampu menciptakan kepemimpinan, kebijakan, dan tindakan nyata. Bahkan ketika para penggagas sudah pergi, institusi tetap akan mendorong keberlanjutan ini,” kata Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said.

Peluncuran TLFF kembali diharapkan mampu memperkuat kontribusi Indonesia dalam mencapai target NZE global. Selain itu, platform ini juga dianggap sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi berkelanjutan. Sementara itu, kehadiran TLFF tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kebijakan dan kolaborasi antar sektor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *