New Policy: MPR: Dana IndonesiaRaya perkuat ekosisten kebudayaan nasional

MPR: Dana IndonesiaRaya Perkuat Ekosistem Kebudayaan Nasional

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Mordijat menyoroti transformasi Dana Indonesiana menjadi Dana IndonesiaRaya sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem ekosistem budaya nasional. Menurutnya, program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan dana, tetapi juga membangun pengelolaan yang lebih adaptif, inklusif, serta berkelanjutan di bidang kebudayaan.

Dalam pernyataannya, Lestari menegaskan bahwa program tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan dana, tetapi juga membangun pengelolaan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di sektor kebudayaan. “Apresiasi atas hadirnya program Dana IndonesiaRaya,” ujarnya saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa.

“Manfaatkan program ini untuk menghidupkan kebudayaan di daerah masing-masing. Inilah saatnya kita bergotong royong memajukan kebudayaan Indonesia,” kata Lestari.

Berdasarkan data dari Kementerian Kebudayaan, jumlah penerima manfaat program Dana IndonesiaRaya meningkat drastis dari 346 orang pada 2024 menjadi 2.117 orang pada 2025. Hingga 31 Maret 2026, total penerima program mencapai 3.036 orang dengan nilai penyaluran mencapai Rp594 miliar. Lestari menekankan bahwa lonjakan penerimaan ini membuktikan kebutuhan pelaku budaya yang signifikan.

Menurut Lestari, keberhasilan program ini juga didukung oleh dana abadi kebudayaan yang saat ini memiliki nilai total sebesar Rp6 triliun. Untuk memperluas dampak, dia menyarankan Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan mitra strategis seperti Balai Pelestarian Kebudayaan dan pemerintah daerah. Ia juga mengajak para penggiat budaya, seniman, serta komunitas adat memanfaatkan peluang yang ada.

Dana IndonesiaRaya merupakan kelanjutan dari Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan yang telah berjalan. Perubahan nama ini tidak hanya simbolik, tetapi juga menandakan penguatan pengelolaan, perluasan cakupan, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelaku budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan program ini sebagai transformasi dari Dana Indonesiana di Gedung A Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (2/4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *