Special Plan: Celios usul stimulus fiskal cegah dampak kenaikan harga energi ke UMKM

Celios Usulkan Stimulus Fiskal untuk Mencegah Dampak Kenaikan Harga Energi pada UMKM

Dari Jakarta, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan kenaikan harga energi global bisa menghambat operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga perlu adanya stimulus fiskal untuk memastikan kelangsungan usaha tersebut. Ia menegaskan bahwa UMKM, sebagai penggerak ekonomi, harus diberi dukungan segera guna mengurangi tekanan akibat kenaikan bahan baku impor, termasuk plastik kemasan yang berasal dari turunan minyak bumi.

Bhima menjelaskan bahwa kenaikan biaya energi memengaruhi berbagai sektor usaha, terutama yang bergantung pada bahan baku asing. Contohnya, industri makanan dan minuman mengalami tekanan signifikan karena harga plastik kemasan meningkat hingga 40-70 persen. Saat ini, pengusaha di bidang ini sedang mencari solusi dengan menurunkan ukuran produk dan kualitas untuk menjaga daya beli konsumen, seperti yang diungkapkan dalam wawancara dengan ANTARA, Selasa.

“UMKM adalah garda pertahanan terakhir, jadi harus segera ditolong dengan bauran kebijakan,” tegas Bhima. Ia memperingatkan bahwa jika kondisi tidak membaik dalam 2–3 bulan ke depan, risiko meningkatnya kredit bermasalah serta lonjakan pemutusan hubungan kerja di sektor informal akan semakin tinggi. Selain itu, kenaikan bahan baku yang berkelanjutan akan berdampak pada harga jual, meski konsumen belum siap menerima penyesuaian tersebut.

Menurut Celios, langkah pemerintah segera menyiapkan stimulus fiskal menjadi penting. Empat rekomendasi utama disampaikan, antara lain menurunkan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 9 persen dari 11 persen untuk mendorong daya beli dan operasional usaha. Selain itu, subsidi energi harus dialokasikan cukup, dengan realokasi dari program yang tidak mendesak. Bhima juga mengusulkan pengembangan program penurunan suku bunga untuk UMKM, baik melalui skema KUR maupun di luar, serta menjaga stabilitas kurs mata uang untuk mengurangi volatilitas harga bahan baku impor.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Akumindo Edy Misero menyampaikan bahwa UMKM mulai merasakan dampak kenaikan harga energi, termasuk bahan baku plastik yang dipengaruhi perubahan geopolitik global. Ia menyoroti sektor yang paling terkena, seperti produsen ember, mainan, dan terpal yang mengandalkan biji plastik sebagai bahan utama. “Hingga saat ini, bahan mentah utama usaha UMKM diperkirakan ikut naik, tetapi besaran kenaikan belum terdeteksi secara pasti karena tren ini baru mulai berjalan,” tambah Edy.

“Harga biji plastik sudah mahal, jangan ditambah beban pajak yang besar. Perlu ada penyesuaian sampai kondisi kembali normal,” ujarnya. Edy menekankan perlunya pengurangan margin keuntungan agar usaha tetap berjalan, serta kebijakan darurat berupa penyesuaian pajak impor biji plastik sebagai langkah pemulihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *