Special Plan: Rupiah melemah seiring eskalasi konflik AS dengan Iran menguat
Rupiah melemah seiring eskalasi konflik AS dengan Iran menguat
Jakarta – Mata uang rupiah mengalami penurunan pada perdagangan hari Selasa, turun 70 poin atau 0,41 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS. Sebelumnya, kurs berada di level Rp16.980 per dolar. Menurut Ibrahim Assuaibi, ahli mata uang dan komoditas, pelemahan ini disebabkan oleh kemungkinan perluasan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
“Investor sedang bersiap menghadapi risiko yang meningkat akibat persiapan AS untuk bertindak di Selat Hormuz, terutama menjelang batas waktu 45 hari yang diberikan Trump kepada Iran untuk membuka kembali jalur pengiriman minyak,” tutur Ibrahim dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa.
Iran menolak usulan AS yang menawarkan gencatan senjata sementara selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Kesepakatan ini juga sekaligus mengatur negosiasi lebih luas terkait pencabutan sanksi dan pembangunan kembali infrastruktur. Pihak Iran menginginkan penghentian perang secara permanen, jaminan atas serangan masa depan, penghapusan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.
“Trump kembali menegaskan bahwa tenggat waktu hari Selasa adalah tegas, serta mengancam bahwa ketidakpatuhan akan memicu serangan terhadap fasilitas Iran, seperti pembangkit tenaga listrik dan jembatan. Ia juga menyatakan Iran dapat diusir secara cepat, memperkuat perasaan pasar tentang risiko perluasan konflik,” ujar Ibrahim.
Konfrontasi antara AS dan Iran dinilai mengganggu aliran energi global, mendorong harga minyak meningkat, serta memperparah kekhawatiran terkait inflasi. Hal ini juga memengaruhi prospek kebijakan moneter. Investor masih menunggu data inflasi AS yang akan dirilis Jumat mendatang, yang diharapkan menjadi indikator bagi keputusan suku bunga Federal Reserve.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga tercatat melemah, dari Rp17.037 per dolar AS menjadi Rp17.092 per dolar AS.