New Policy: BGN sebut 126 SPPG di wilayah 3T Sultra rampung dibangun

BGN sebut 126 SPPG di wilayah 3T Sultra rampung dibangun

Kendari, Sultra – Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan 126 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dicanangkan untuk daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) telah selesai dibangun. Fase persiapan teknis kini menjadi fokus utama, sebelum program ini dapat dioperasikan secara serentak.

“Semua titik penempatan di daerah 3T telah selesai dibangun. Kami hanya menunggu tahap persiapan teknis sebelum mulai beroperasi,” kata Maharany Puspaningrum, Wakil Kepala SPPG BGN Regional Sultra.

Maharany menjelaskan bahwa 15 kabupaten menjadi target utama pembangunan SPPG 3T. Kota Kendari dan Kota Baubau tidak masuk dalam kriteria ini karena wilayahnya lebih urban.

Tambahan informasi dari Maharany menunjukkan bahwa lokasi SPPG 3T didominasi oleh daerah perbukitan dan kepulauan, yang jaraknya cukup jauh dari pusat perkotaan. “Sebagai contoh, di Konawe Selatan terdapat tujuh titik yang berada di Kecamatan Laonti. Salah satu unit di sana sudah siap beroperasi melalui kerja sama dengan Polres setempat,” ungkapnya.

Perbedaan mekanisme operasional

BGN mengatur perbedaan cara kerja antara SPPG 3T dan SPPG Aglomerasi. SPPG Aglomerasi biasanya dibangun di wilayah dengan akses yang mudah, melayani sekitar 1.000 hingga 1.500 orang per unit. Sementara itu, SPPG 3T dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mobilitas terbatas, dengan jumlah penerima manfaat di bawah 1.000 orang per unit.

“Meskipun akses geografisnya memang menantang, prinsip operasionalnya tetap ketat. Distribusi makanan harus selesai dalam waktu 30 menit dari lokasi penerima manfaat, dengan jangkauan maksimal 6 kilometer untuk menjaga kualitas gizi tetap optimal,” tegas Maharany.

Pembangunan 126 SPPG 3T merupakan komitmen pemerintah melalui BGN untuk memperluas akses program jaminan sosial. “Tujuan utamanya adalah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya mencakup warga perkotaan, tetapi juga merambah ke daerah terpencil. Kami ingin memberikan hak pemenuhan gizi yang sama kepada anak-anak dan masyarakat di pelosok terdalam,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *