PAPDI: Vaksin MMR bisa diberikan pada lansia dengan kondisi tertentu

PAPDI: Vaksin MMR Bisa Diberikan pada Lansia dengan Kondisi Tertentu

Dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap penyakit campak, gondongan, dan rubella, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menyatakan bahwa vaksin MMR dapat dipertimbangkan untuk diberikan kepada lansia yang memenuhi syarat tertentu. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, yang memimpin Satuan Tugas Imunisasi Dewasa PAPDI, menjelaskan bahwa kelompok lansia yang lahir sebelum 1957 biasanya sudah memiliki imunitas alami terhadap campak.

Kondisi yang Perlu Diperhatikan Sebelum Vaksinasi

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan alergi imunologi ini menegaskan bahwa vaksin MMR bukanlah obat yang wajib diberikan secara universal kepada lansia. Vaksin tersebut dapat dipertimbangkan bagi individu yang tidak memiliki bukti kekebalan terhadap campak atau termasuk dalam kategori risiko tinggi, seperti tenaga medis dan wisatawan yang bepergian ke daerah dengan wabah campak.

“Kelompok usia lanjut yang lahir sebelum 1957 umumnya telah terpapar campak secara alami, sehingga memiliki kekebalan,” katanya dalam acara PAPDI Forum dan Konferensi Pers dengan tema “Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi” di Jakarta pada Selasa.

Dokter Sukamto menambahkan bahwa usia tidak menjadi batasan mutlak dalam pemberian vaksin MMR. Individu dengan kondisi kesehatan memadai dan tidak ada kontra-indikasi bisa menerima vaksinasi. Namun, vaksin ini berupa jenis hidup yang dilemahkan, sehingga dianjurkan tidak diberikan kepada lansia dengan daya tahan tubuh sangat rendah.

Menurutnya, untuk melindungi lansia rentan, langkah efektif adalah melakukan vaksinasi pada lingkungan sekitar mereka. Ini bertujuan menurunkan risiko penularan penyakit. PAPDI juga menekankan perlunya konsultasi dengan tenaga medis sebelum memutuskan vaksinasi, terutama untuk lansia dengan riwayat kesehatan khusus.

Kondisi yang perlu diwaspadai sebelum memberikan vaksin MMR meliputi imunosupresi berat akibat kemoterapi, penggunaan obat imunosupresan dosis tinggi, infeksi HIV dengan kadar CD4 rendah, serta alergi berat terhadap komponen vaksin. Dengan pertimbangan data efektivitas vaksinasi pada usia di atas 65 tahun yang masih terbatas, keputusan pemberian vaksin harus disesuaikan dengan keadaan medis masing-masing individu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *