Meeting Results: KKP: Pengadaan kapal dari Inggris masih menunggu skema pembiayaan

KKP: Pembelian Kapal dari Inggris Masih Berjalan di Awal Tahapan

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Inggris dalam pembelian kapal tengah melalui tahap awal, khususnya terkait bentuk pendanaan. Pernyataan ini disampaikannya setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu.

Tahapan Administrasi Memperlambat Proses

Menurut Trenggono, proyek pembelian kapal membutuhkan waktu karena harus melewati beberapa prosedur administratif dan rencana yang melibatkan beberapa kementerian. “Sedang dalam proses, jadi butuh waktu. Soal pendanaan masih dalam penanganan Pak Menteri Bappenas, baru setelah itu disampaikan ke Kemenkeu, lalu dijadwalkan,” jelasnya dalam wawancara.

“Mudah-mudahan segera cepat, karena targetnya dua tahun harus selesai,” tambah Trenggono.

Saat ini, pemerintah masih menyusun rincian pendanaan sebelum proyek bisa dijalankan. Hal ini membuat proses persiapan dinilai cukup panjang. Selain itu, KKP juga sedang menganalisis kesiapan industri galangan kapal dalam negeri untuk mendukung kegiatan tersebut.

Kemitraan Maritim Indonesia-Inggris

Dalam kerja sama maritim atau Maritime Partnership Programme (MPP), Indonesia dan Inggris sepakat mengembangkan kemampuan maritim nasional, termasuk peningkatan kapasitas angkatan laut dan pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan dan sektor kelautan.

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik kemitraan tersebut, menilai sebagai bagian penting dalam pengembangan ekonomi maritim Indonesia. Ia berharap kerja sama ini dapat menarik investasi baru, merevitalisasi komunitas nelayan, serta memperkuat pertahanan dan keamanan laut nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *