Facing Challenges: PBNU serukan negara OKI bersatu hadapi hegemoni Israel

PBNU Minta Negara OKI Bersatu Hadapi Dominasi Israel

Jakarta – Ulil Abshar Abdalla, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menekankan pentingnya kerja sama antar negara-negara Muslim dalam menghadapi perubahan politik di wilayah geografis tertentu, khususnya tindakan dominasi Israel. Menurutnya, persatuan umat Islam harus dijaga agar tidak terpecah akibat perbedaan mazhab atau aliran keagamaan.

“Kita tidak ingin masyarakat Muslim terpecah belah karena isu Sunni-Syiah. Semua negara Islam dalam OKI adalah sesama bangsa dan perlu bersatu untuk melawan kesewenang-wenangan Israel,” ujarnya.

Ulil menyoroti semakin tingginya tekanan politik yang melibatkan kekuatan luar seperti Amerika Serikat dan Iran. Ia mengingatkan bahwa konflik yang terjadi antara negara-negara Muslim bisa memperburuk situasi global jika tidak dikelola dengan baik.

“Tujuan Israel dalam meningkatkan ketegangan ini adalah untuk melemahkan kekuatan kolektif negara-negara Islam di kawasan. Jika terjadi perpecahan, Israel bisa menjadi penguasa dominan yang berbahaya,” tambahnya.

Mengenai perbedaan mazhab, Ulil menilai bahwa konflik sektarian tidak memberikan manfaat bagi umat Islam secara keseluruhan. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa persatuan adalah kunci untuk memperkuat posisi Muslim di tingkat internasional. “Perpecahan berbasis perbedaan Sunni-Syiah justru menguntungkan pihak-pihak tertentu, termasuk negara zionis Israel,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis, PBNU mengajak seluruh anggota OKI tetap memperhatikan keharmonisan dan menjaga stabilitas bersama. Dengan demikian, persatuan dapat menjadi benteng yang efektif melawan pengaruh hegemoni Israel di kawasan Timur Tengah. Ulil menekankan bahwa sinergi antar negara Muslim adalah solusi utama untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *