Latest Program: Banjarmasin uji coba transportasi publik mikrotrans listrik

Banjarmasin Uji Coba Transportasi Umum Mikrotrans Listrik

Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tengah menguji coba kendaraan umum berbentuk mini bus listrik yang diharapkan menjadi pilihan transportasi masa depan berkelanjutan. Uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi daya tahan, jarak tempuh, dan efektivitas layanan dari pagi hingga sore. Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menjelaskan bahwa pengujian akan berlangsung sekitar satu bulan sebelum keputusan akhir diambil.

Alternatif Transportasi Ramah Lingkungan

Menurut Yamin, penggunaan armada listrik bukan sekadar ikut tren, melainkan kebutuhan saat ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi penggunaan mobil bahan bakar minyak. Mikrotrans ini dirancang mengangkut hingga 12–13 penumpang, dilengkapi fitur seperti CCTV, GPS, serta pendingin ruangan yang menawarkan kenyamanan lebih bagi pengguna.

“Nyaman, dingin, dan stabil. Ini bisa jadi alternatif angkutan umum yang ramah lingkungan,” ujar Yamin saat mengawasi uji coba di halaman Balai Kota, Selasa.

Pemerintah kota juga mengantisipasi tantangan, seperti ketergantungan pada sumber daya listrik, kebutuhan infrastruktur pengisian, dan siapanya rute operasional. Namun, potensi efisiensi anggaran dan pengurangan emisi dianggap sebagai keuntungan utama yang mendorong program ini terus dikembangkan.

Strategi Transisi yang Terukur

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, menegaskan langkah ini sesuai dengan kebijakan nasional. “Pemerintah pusat menekankan peralihan angkutan umum dari konvensional ke listrik. Ini bagian dari upaya penghematan energi dan anggaran,” katanya.

Ia menyebut, kebutuhan transportasi di Banjarmasin belum terpenuhi secara optimal, sementara taksi kota atau “taksi kuning” tengah mengalami stagnasi. Untuk mengatasi ini, Dishub merancang transisi bertahap tanpa mengabaikan pelaku lama. “Pengemudi taksi kuning tetap kita prioritaskan. Nanti akan diuji kelayakannya. Jika memenuhi syarat, bisa diintegrasikan ke sistem baru,” jelas Slamet.

Uji coba ini menjadi titik penting dalam memutuskan antara mempertahankan sistem lama yang semakin ditinggalkan atau beralih ke transportasi modern. Dengan sekitar 13 koridor yang direncanakan, saat ini hanya enam yang aktif. Koridor lain akan ditambah secara bertahap, termasuk dengan penggunaan armada listrik, mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.

Hasil dari satu bulan pengujian akan menentukan arah mobilitas warga Banjarmasin ke depan. Pemerintah setempat berharap inisiatif ini bisa menjadi langkah awal menuju sistem transportasi yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *