Facing Challenges: Penjelasan Pengadilan Militer soal penundaan sidang kasus staf Zaskia

Penjelasan Pengadilan Militer Soal Penundaan Sidang Kasus Staf Zaskia

Pemanggilan Sidang Berada di Bawah Kewenangan Oditurat

Di Jakarta, Juru Bicara Pengadilan Militer II-08, Endah Wulandari, memberikan respons atas sorotan publik yang ramai di media sosial terkait unggahan Zaskia Adya Mecca tentang penundaan sidang dugaan pemukulan terhadap stafnya. “Pemanggilan sidang adalah kewenangan Oditurat Militer, dan hari ini tidak ada sidang yang berlangsung,” jelas Endah saat diwawancarai Selasa. Ia menegaskan bahwa penundaan sidang bukan tanpa alasan, melainkan karena tugas dan kondisi internal yang sedang dikerjakan oleh Oditurat Militer.

“Karena ada pelimpahan berkas perkara yang cukup penting, Oditurat meminta agar sidang ditunda. Jadi, seluruh sidang hari ini memang tidak ada,” ujar Endah.

Menurut Endah, sidang kasus yang melibatkan sopir dari Zaskia sudah dijadwalkan ulang untuk digelar hari ini setelah sebelumnya dibuka pada 31 Maret. Namun, di hari yang sama, Oditurat Militer menerima berkas perkara lain yang signifikan, yakni kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Situasi ini membuat Oditurat fokus pada penanganan berkas tersebut.

Kondisi Kehadiran Saksi dan Aktivitas di Luar Kantor

Ketidakhadiran saksi juga menjadi faktor penundaan. Endah menyebut tidak ada saksi korban yang hadir, termasuk pelapor. Bahkan, Oditurat yang seharusnya hadir dalam persidangan tidak ada di tempat karena sedang menangani administrasi pelimpahan perkara.

Selain itu, Zaskia menyampaikan kekecewaannya atas kondisi Pengadilan Militer yang disebut sepi dalam unggahan di Instagram. Ia dan Hanung Bramantyo, beserta dua saksi, tiba di lokasi pada pukul 09.50 pagi. Namun, tidak ada orang yang menunggu mereka, hanya tukang kebersihan dan ruangan yang gelap.

“Kaget banget pas sampai di @pengadilanmiliterjakarta ga ada orang. Hanya ada tukang. Lampu-lampu di ruangan gelap,” tulis Zaskia.

Zaskia dan timnya mencoba mengumpulkan informasi, tapi petugas di lokasi hanya menjelaskan bahwa sidang tidak berlangsung hari itu dan mungkin diundur keesokan hari. Dalam percakapan via WhatsApp dengan pihak yang mengirimkan surat pemanggilan, Zaskia mendapat jawaban, “Oh? Emang batal sidangnya?”

Proses Hukum Tetap Berjalan

Endah menegaskan bahwa sidang akan dijadwalkan kembali pada Rabu (8/4) besok. Ia juga menyampaikan bahwa Oditurat telah meminta maaf dan sedang menyiapkan klarifikasi resmi untuk menghindari kesalahpahaman. Isu ini memperhatikan institusi Pengadilan Militer dan menimbulkan perdebatan mengenai profesionalisme penyelenggaraan persidangan.

“Harusnya siapa yang mengabarkan ke kami kalau sidang batal? Lalu kapan lagi kalau di-reschedule?… Bukannya persidangan ini melibatkan banyak orang? Kenapa kalau cancel orang-orang yang terkait dan dipanggil dilupakan begitu saja?”

Zaskia mempertanyakan pengaturan jadwal dan komunikasi dengan pihak yang mengirimkan pemanggilan. Ia merasa bingung karena tidak mendapat update kasus sejak Oktober lalu. Dengan demikian, keterlibatan Oditurat Militer dalam kasus ini tetap menjadi fokus utama untuk kelanjutan proses hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *