Latest Program: Dinkes Bekasi gencarkan CUC Campak tingkatkan kekebalan kelompok
Dinkes Bekasi gencarkan CUC Campak tingkatkan kekebalan kelompok
Kota Bekasi, Jawa Barat
Dinas Kesehatan Kota Bekasi sedang melakukan kegiatan vaksinasi tambahan sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat terhadap penyakit campak. Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menyampaikan bahwa kampanye ini berupa Catch Up Campaign (CUC) yang bertujuan menjangkau individu yang belum lengkap menerima vaksinasi.
“Kota Bekasi saat ini fokus pada CUC, bukan ORI,” kata Satia dalam wawancara di Bekasi, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa Outbreak Response Immunization (ORI) hanya dijalankan ketika penyakit campak sudah berstatus kejadian luar biasa. Saat ini, wilayah tersebut belum menunjukkan indikasi penyakit tersebut merambat secara signifikan. ORI dilakukan dengan pemberian vaksin MR tiga kali untuk memutus penyebaran cepat, tanpa memperhatikan riwayat vaksinasi sebelumnya.
Kampanye CUC Campak di Kota Bekasi berlangsung sejak awal pekan kedua Maret hingga 12 April mendatang. Kegiatan ini diadakan bersamaan dengan Program Pekan Imunisasi Dunia tahun 2026. Hingga kini, Dinkes telah menyelesaikan distribusi dosis pertama ke 832 orang serta dosis kedua ke 1.021 individu.
“Kami melibatkan seluruh puskesmas dan posyandu untuk menyediakan layanan vaksinasi setiap hari. Selain itu, informasi tentang campak dan manfaat imunisasi disebarkan melalui flyer, podcast, serta media kesehatan lainnya,” tambah Satia.
Satia juga mengungkapkan bahwa jumlah kasus campak di Kota Bekasi bervariasi selama tiga tahun terakhir. Dalam 2023, tercatat 47 kasus, turun menjadi 10 kasus di tahun berikutnya, kemudian naik kembali ke 39 kasus pada 2025. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengikutsertakan anak-anak dalam vaksinasi.
Menurut Satia, campak dapat dicegah melalui vaksinasi. Jika seseorang melewatkan jadwal, pemberian vaksin tetap bisa dilakukan hingga usia 59 bulan. Perilaku hidup sehat tetap menjadi aspek penting dalam upaya mencegah penyebaran penyakit tersebut.