Key Discussion: Pimpinan MPR: PATRIA berperan penting rawat pluralisme dan persatuan
Pimpinan MPR: PATRIA berperan penting rawat pluralisme dan persatuan
Jakarta, Selasa – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) dalam memperkuat harmoni sebagai dasar persatuan bangsa. Menurutnya, keberagaman harus dianggap sebagai kekuatan, bukan kelemahan, dan PATRIA menjadi bagian penting dalam menjaga pluralisme serta kesatuan.
“Kita hidup dalam kemajemukan. Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan. PATRIA memiliki peran penting dalam merawat pluralisme dan persatuan,” kata Ibas dalam keterangannya.
Audiensi yang diadakan di Kompleks DPR RI mengangkat tema Sinergi PATRIA – Parlemen: Harmoni, Demokrasi, Kesejahteraan. Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara parlemen dan elemen masyarakat sipil untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, demokrasi, dan pembangunan yang inklusif.
Harmoni, Demokrasi, dan Kesejahteraan sebagai Tujuan Utama
Ibas menjelaskan bahwa tema audiensi mencerminkan tiga nilai utama yang harus terus dipertahankan: harmoni, demokrasi, dan kesejahteraan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan proses kebangsaan bergantung pada kemampuan menggabungkan keberagaman dengan penguatan aspirasi rakyat.
“Demokrasi adalah proses mendengarkan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Di sinilah peran parlemen dan organisasi alumni menjadi sangat strategis,” ujarnya.
Ibas juga menekankan bahwa tujuan akhir dari segala upaya kebangsaan adalah kesejahteraan masyarakat. Kebijakan harus berpijak pada keadilan, pembangunan harus merata, dan manfaatnya harus dirasakan oleh semua lapisan.
Kontribusi Alumni PATRIA dalam Pembangunan Nasional
Sebagai alumni IPB University, Ibas menyoroti peran strategis PATRIA sebagai kelompok yang terdidik dan memiliki jaringan luas di berbagai sektor. Ia mendorong PATRIA untuk menjadi penjaga nilai, mitra kritis, serta penggerak solusi bagi bangsa.
“PATRIA harus menjadi guardian of values, critical partner, dan agent of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ibas.
Dalam kesempatan itu, Ibas menyatakan bahwa pihaknya membuka ruang kerja sama dengan PATRIA, terutama dalam menyerap aspirasi masyarakat, merumuskan kebijakan inklusif, serta memastikan program pembangunan tepat sasaran.
Program PATRIA: Gerakan Ekologis dan Solusi Sosial
Ketua Umum DPP PATRIA 2025–2030, Agustinus Tamo Mbapa, menyampaikan komitmen organisasinya dalam mendorong Gerakan Satu Juta Pohon. Ia menjelaskan bahwa program ini melibatkan ribuan titik di seluruh Indonesia sebagai upaya konkret menjaga lingkungan.
Perwakilan pengurus PATRIA, Ibnu Kurniawan, mengusulkan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas. “Bagaimana jika setiap RT memiliki unit pengelolaan sampah yang bisa membakar dan membesarkan sendiri,” kata Ibnu.
“Program tersebut relatif terjangkau dan dapat diterapkan secara luas di masyarakat,” tambahnya.
Anggota DPR RI Marwan Cik Asan dan Rizki Natakusumah mengapresiasi kontribusi PATRIA. “Program pelatihan serta penanaman pohon sangat berdampak nyata,” ujarnya.
“Saya yakin umat katolik yang berkumpul pasti bisa mewujudkan sesuatu yang bermanfaat,” tutur Hillary Brigitta Lasut.
Sabam Sinaga, anggota DPR RI lainnya, juga menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Keseluruhan pendapat menunjukkan kesepahaman bahwa PATRIA aktif dalam mendorong keadilan sosial dan pengembangan bangsa.