Special Plan: Bank Mega bidik kredit tumbuh 10 persen ditopang segmen korporasi

Bank Mega Optimis Kredit Tumbuh 10,45 Persen di 2026

Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan kredit, PT Bank Mega Tbk menetapkan target total peningkatan sebesar sekitar 10,45 persen (year on year/yoy) hingga mencapai Rp74 triliun pada tahun 2026. Pertumbuhan ini dipandu oleh pipeline kredit dari sektor korporasi dan wholesale yang dianggap masih stabil.

Strategi Fokus pada Proyek Strategis dan Hilirisasi

Direktur Wholesale Banking Bank Mega, Madi Darmadi Lazuardi, menjelaskan bahwa perusahaan tetap menekankan pengembangan segmen korporasi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya peluang pembiayaan yang terkait dengan proyek strategis pemerintah, hilirisasi, serta industri sumber daya alam.

“Kita cukup optimis untuk pertumbuhan kredit tahun ini, mengingat pipeline yang ada dan akan datang cukup signifikan,” ujarnya dalam acara public expose di Jakarta, Selasa.

Proyeksi Penyaluran Kredit Tahun Ini

Menurut Madi, perusahaan memproyeksikan realisasi penyaluran kredit baru sekitar Rp25-30 triliun. Namun, pertumbuhan bersih akan terdampak oleh rundown kredit Rp14-15 triliun per tahun dan potensi pelunasan sebelum jatuh tempo, sehingga kenaikan outstanding kredit diprediksi sekitar Rp6-7 triliun.

Target Tahun 2025 dan Faktor yang Mempengaruhi

Pada 2025, total kredit Bank Mega bertambah sebesar 4 persen (yoy) mencapai Rp67 triliun. Meski realisasi ini bisa lebih tinggi, Madi menyebutkan bahwa percepatan pelunasan kredit (prepayment) mengurangi pertumbuhan yang terlihat.

Peningkatan Kinerja Melalui Dua Jalur Utama

Untuk 2026, Bank Mega merencanakan optimasi dua jalur utama pemberian kredit. Pertama, melalui skema sindikasi bersama bank-bank lain, yang menawarkan potensi besar karena permintaan pembiayaan proyek skala besar meningkat. Kedua, melalui penyaluran kredit bilateral.

Undisbursed Loan Masih Berpotensi Tinggi

Sampai akhir 2025, fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) Bank Mega mencapai Rp2.439,2 triliun, atau 22,12 persen dari total plafon kredit. Madi menjelaskan bahwa angka ini berasal dari limit kredit yang diberikan untuk proyek-proyek yang sedang berlangsung, sehingga pencairannya dilakukan secara bertahap sesuai kemajuan pembangunan.

“Undisbursed loan kebanyakan merupakan limit-limit yang kita berikan, baik bilateral maupun sindikasi,” tambah dia.

Target Kinerja Keuangan 2026

Dalam pemaparan public expose, Bank Mega juga menyebutkan sejumlah target keuangan untuk 2026. Antara lain, capital adequacy ratio (CAR) diharapkan mencapai 28,6 persen, loan to deposit ratio (LDR) 66,4 persen, serta biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 64,2 persen. Selain itu, target return on asset (ROA) 3,2 persen, return on equity (ROE) 15,6 persen, net interest margin (NIM) 4,7 persen, dan non-performing loan (NPL) 1,7 persen.

Perkembangan DPK dan Total Aset

Dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan naik ke Rp111 triliun, sementara total aset diharapkan mencapai Rp149 triliun. Madi menegaskan bahwa kondisi ini menjadi dasar untuk meningkatkan outstanding kredit di tahun ini serta periode mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *