Key Strategy: ASDP urai truk logistik di Pelabuhan Ketapang pascalebaran dengan TBB
ASDP Atasi Kenaikan Truk Logistik di Pelabuhan Ketapang Pascalebaran dengan TBB
Jakarta – Usai libur Lebaran 1447 Hijriah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah untuk mengurangi kepadatan truk logistik di Pelabuhan Ketapang. Langkah ini dilakukan melalui penyesuaian pola tiba-bongkar-berangkat (TBB), penambahan jumlah trip dan armada kapal, serta pengelolaan ritme kendaraan menggunakan zona buffer. “Tujuan utama adalah memastikan kelancaran arus logistik tanpa mengganggu perjalanan pengguna jasa lainnya,” ungkap Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano, seperti disampaikan di Jakarta, Selasa.
Dengan memperkuat manajemen operasional, kami mampu menjaga konsistensi pelayanan angkutan logistik meskipun volume kendaraan meningkat drastis, khususnya di lintasan Ketapang-Gilimanuk,” tambahnya.
Kebijakan pembatasan truk logistik dengan sumbu tiga ke atas telah berakhir sejak 5 Februari 2026. Penyesuaian tersebut berlaku di jalur Ketapang-Gilimanuk selama 13–29 Maret 2026. Setelah batas waktu diperpanjang, kepadatan kendaraan kembali memuncak, terutama truk besar dan menengah yang terus berdatangan ke pelabuhan. “Arus balik Lebaran menunjukkan dinamika tinggi dengan penggunaan jasa transportasi yang meningkat tajam,” jelas Yossianis.
Saat ini, buffer zone menjadi strategi utama untuk mengoptimalkan aliran kendaraan. Zona ini bertindak sebagai penyangga sebelum mobil masuk ke pelabuhan, terutama untuk truk logistik yang ditampung di Dermaga Bulusan. General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menambahkan, pengaturan ini membantu menjaga kelancaran operasional sekaligus memberi ruang istirahat bagi pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan.
“Di Bulusan, kami menerapkan dua skema. Sebagian kendaraan langsung berangkat dari sana, sementara yang lain dikirim ke Dermaga LCM,” ujarnya.
Menurut data per Selasa (31/3) pagi, tercatat sekitar 380 unit kendaraan yang didominasi truk besar dan sedang berada di zona buffer. Jumlah ini masih bertambah seiring pelaksanaan kegiatan kembali normal. Sementara arus kendaraan dari Tollgate menuju dermaga terpantau padat dengan durasi pergerakan berkisar 15 hingga 30 menit.
Menurut Posko Ketapang, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 56.197 orang pada 30 Maret 2026 (H+8), naik 5,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Total kendaraan mencapai 17.608 unit, meningkat 2,1 persen. Secara kumulatif, dari 22–30 Maret 2026 (H-10 hingga H+8), terdapat 624.717 penumpang dan 171.921 kendaraan yang bergerak.
Dari total 183.810 unit kendaraan yang terdaftar di platform Ferizy, 171.921 unit telah berangkat dan terlayani. Potensi kendaraan yang masih akan menyeberang hingga H+10 diperkirakan sekitar 11.889 unit. Langkah adaptif ASDP bersama regulator dan operator kapal terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan logistik serta memastikan operasional tetap efisien.