Latest Program: Analis: Kebijakan buka istana untuk siswa perkuat kedekatan rakyat
Analis: Kebijakan Buka Istana untuk Siswa Perkuat Kedekatan Rakyat
Dari Jakarta, kebijakan pemerintah yang mengizinkan siswa sekolah mengunjungi istana kepresidenan dianggap sebagai strategi untuk memperkuat hubungan rakyat dengan negara sejak awal, menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio.
“Ini langkah pemerintah yang positif, dengan membuka pintunya untuk anak-anak sekolah, pemerintah menunjukkan bahwa istana bukan milik segelintir orang saja, tapi milik seluruh rakyat Indonesia,” ujar Hendri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Program ini diumumkan oleh Teddy Indra Wijaya, yang menyebut pemerintah akan membuka delapan istana presiden di berbagai daerah sebagai bagian dari kebijakan tersebut.
“Anak-anak di Sulawesi, Papua, atau Kalimantan juga berhak merasakan bahwa istana adalah rumah mereka. Kalau ini benar-benar dijalankan merata, dampaknya bisa sangat besar untuk membangun rasa memiliki terhadap negara,” katanya.
Menurut Hendri, perluasan akses hingga ke luar Jakarta menjadi titik penting dalam memperkuat peran masyarakat daerah dalam institusi negara.
Politik edukasi yang ditawarkan kebijakan ini tidak hanya mengajak siswa mengenal istana, tetapi juga memperkenalkan fungsi dan simbol kekuasaan secara langsung kepada generasi muda.
Implementasi program harus dilakukan konsisten agar tidak berhenti sebagai simbol semata, kata Hendri. “Keterbukaan semacam ini akan jauh lebih bermakna jika dijalankan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat komunikasi publik, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat terhadap institusi negara sejak usia sekolah.