Bottas ikut bangga lihat kiprah Kimi Antonelli
Jakarta – Pembalap tim Cadillac Valtteri Bottas ikut bangga melihat kiprah pembalap Mercedes Andrea Kimi Antonelli pada Formula 1 (F1) musim 2026 yang sudah menorehkan dua kemenangan secara beruntun yakni di GP China dan Jepang. "Dia sangat berkembang. Dia masih sangat muda dan terus mendapatkan pengalaman di setiap balapan.
Saya selalu berharap kemampuannya terus meningkat setiap tahun dan sepertinya dia bisa melakukannya. Senang melihatnya," ujar Bottas, dikutip dari laman F1, Selasa. Menurut pembalap berusia 36 tahun itu, pencapaian apik Antonelli yang baru berusia 19 tahun memang tampaknya soal waktu saja.
Ketika Antonelli mencatatkan kemenangan perdana di GP China, Bottas mengaku tidak terlalu terkejut karena dia menilai mobil Mercedes memang bagus dan mereka menjalani kualifikasi yang tajam, "Saya sangat senang melihatnya meraih kemenangan pertama," tutur Bottas. Bottas sangat mengapresiasi kemampuan Antonelli karena dia mengetahui betul bagaimana sulit dan besarnya tekanan ketika memperkuat Marceders, tim yang sembilan kali meraih juara dunia konstruktor F1. Bottas melewatkan lima musim di Mercedes pada periode 2017-2021, sebelum pindah ke Kick Sauber dan kini Cadillac.
Pada musim 2025, dia menjadi pembalap cadangan Mercedes dan menyaksikan Antonelli menorehkan debutnya di F1. Pada musim debutnya tahun 2025, Antonelli mengalami naik-turun performa setelah naik podium pada GP Kanada. Dia gagal meraih poin pada enam dari tujuh GP setelah podium di Kanada tersebut, sehingga tidak banyak membantu rekannya George Russell dalam perebutan gelar konstruktor untuk Mercedes.
Musim lalu, dia mengakhiri tahun dengan menempati urutan ke tujuh dengan mengoleksi 150 poin. Sementara rekan setimnya George Russell menempati posisi empat dengan 319 poin. Namun pada musim 2026, Antonelli tampil gemilang dengan menempati puncak klasemen sementara untuk pembalap Formula 1 dengan torehan 72 poin.
Selain itu, dari tiga Grand Prix musim ini, dia berhasil naik podium untuk tiga balapan tersebut dengan dua di antaranya menjadi pemenang. Pencapaian itu membuat Antonelli menorehkan beberapa rekor seperti pembalap termuda dalam sejarah F1 yang merebut start terdepan (pole position) yang dibuatnya di GP China pada usia 19 tahun 201 hari. Dia pun menjadi pembalap termuda kedua yang sukses memenangi satu seri balapan.
Antonelli belum melampaui rekor Max Verstappen (Red Bull) yang masih berumur 18 tahun saat menaklukkan GP Spanyol pada tahun 2016. Kemudian, Antonelli berstatus sebagai pembalap F1 asal Italia pertama yang memenangi satu GP F1 dalam 20 tahun terakhir setelah Giancarlo Fisichella pada tahun 2006.