Facing Challenges: China tekankan posisi adil dalam ketegangan Timur Tengah

China Tekankan Keterlibatan Adil dalam Ketegangan Timur Tengah

Beijing – Pada Selasa, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa pemerintah Tiongkok terus mempertahankan sikap yang seimbang, objektif, serta adil terkait konflik Timur Tengah, terutama dalam konteks perang Amerika Serikat melawan Iran. “Sejak konflik memanas, China berkomitmen untuk menyeimbangkan kepentingan semua pihak dan mendorong gencatan senjata serta penyelesaian melalui negosiasi,” ujarnya dalam jumpa pers di Beijing.

“Kami tidak ingin peradaban berhenti berjalan, tetapi situasi ini bisa terjadi jika kesepakatan tidak tercapai,” tulis Presiden AS Donald Trump di Truth Social. Ia menetapkan batas waktu hingga pukul 20.00 EDT (07.00 WIB) untuk mencapai kesepakatan, yang melibatkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Trump menyebutkan bahwa infrastruktur Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik, berpotensi dihancurkan jika negosiasi gagal.

Mao Ning menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Wang Yi telah melakukan 26 panggilan telepon dengan negara-negara terkait, termasuk Iran, Israel, Rusia, dan negara-negara Teluk. Dalam upaya mediasi, Utusan Khusus Tiongkok untuk Timur Tengah juga turut mengunjungi wilayah konflik. Selain itu, Tiongkok dan Pakistan mengeluarkan lima inisiatif untuk mempercepat kesepakatan perdamaian.

Konflik Timur Tengah dimulai pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran. Ancaman Trump terjadi setelah pasukan AS menyerang target militer di Pulau Kharg, yang menjadi pusat ekspor minyak Iran. Sejak saat itu, Iran memblokir sebagian besar alur distribusi minyak melalui Selat Hormuz, menyebabkan gangguan signifikan pada pasokan global.

Meningkatnya harga minyak terlihat menjelang tenggat waktu yang ditetapkan AS. Pada Selasa (7/4) pukul 06.30 GMT, harga minyak Brent naik 1,5 persen menjadi sekitar 111,4 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,7 persen ke 115,3 dolar AS per barel. Parlemen Iran telah menyetujui rancangan undang-undang yang mencakup pemberlakuan biaya transit untuk kapal melewati Selat Hormuz, larangan bagi AS dan Israel, serta pembatasan terhadap negara yang memberlakukan sanksi sepihak.

Tiongkok menekankan bahwa kekerasan tidak membawa kestabilan, dan penyelesaian melalui jalur politik adalah cara terbaik. “Semua pihak harus bersungguh-sungguh untuk mengakhiri perang ini, yang seharusnya tidak terjadi sejak awal. Kami berharap mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk mencapai perdamaian,” tambah Mao Ning. Iran juga menolak gagasan gencatan senjata dengan AS, menurut Mao Ning, karena khawatir jeda pertempuran akan memperumit situasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *