Meeting Results: Dirut Bulog: Kapasitas gudang masih tersedia untuk stok beras-jagung

Dirut Bulog: Kapasitas gudang masih mencukupi untuk menyimpan stok beras dan jagung

Jakarta – Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menjelaskan bahwa kapasitas penyimpanan di gudang masih memadai untuk menampung cadangan beras dan jagung nasional. Hal ini bertujuan memastikan ketahanan pangan serta menjaga stabilitas distribusi. Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa, Rizal menyebutkan cadangan beras pemerintah (CBP) yang diatur saat ini mencapai sekitar 4,59 juta ton. Untuk mendukung upaya tersebut, Bulog memiliki sisa kapasitas gudang sebesar 1,07 juta ton, sehingga bisa menyerap hasil panen petani secara optimal.

“Kami laporkan jumlah cadangan beras pemerintah sesuai informasi dari Pak Menteri Pertanian tadi. Saat ini CBP sudah mencapai 4,59 juta ton. Kami juga siapkan ruang penyimpanan tambahan sekitar 1,07 juta ton,” ujar Rizal selama rapat.

Kapasitas gudang juga didukung oleh jaringan penyimpanan sewa yang totalnya sekitar dua juta ton. Tambahannya berasal dari proses sewa lanjutan dan pembangunan fasilitas baru. “Gudang yang disewa totalnya dua juta ton. Sementara kapasitas dalam proses pengerjaan mencapai 7,62 juta ton, dan ada 250 ton yang sedang dibangun,” jelasnya.

Kapasitas Stok Jagung

Kondisi penyimpanan jagung pemerintah tercatat sebesar 175.598 ton dengan total kapasitas gudang mencapai 275.444 ton. Ini meninggalkan ruang penyimpanan tambahan sekitar 99.846 ton untuk komoditas tersebut.

Menjelang pembangunan 100 infrastruktur pascapanen, Bulog akan fokus memperkuat sistem logistik nasional. Rencana ini sesuai arahan Presiden guna meningkatkan efisiensi pengelolaan cadangan pangan. Sebelumnya, perusahaan juga memulai konstruksi 100 gudang baru yang akan tersebar di 92 kabupaten. Total anggaran program mencapai Rp5 triliun, terdiri dari Rp4,4 triliun untuk infrastruktur utama dan Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

Proyek tersebut melibatkan berbagai fasilitas, seperti 94 unit gudang, 6 silo gabah, 8 silo jagung, 17 dryer beras, 17 unit rice milling unit (RMU), 8 dryer jagung, serta 9 sentra pengolahan dan fasilitas packaging. Setiap lokasi akan diuji kelayakan teknis, termasuk analisis tanah, kemiringan lahan, dan akses jalan logistik.

Kebutuhan akan infrastruktur diberikan prioritas di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore akan difokuskan pada pembangunan gudang penyimpanan, khususnya untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *