Solving Problems: Ada Bau Hangus dari Toilet Pesawat ke Bulan, Astronaut Pakai Kantong

Astronaut Menggunakan Kantong Plastik karena Kerusakan Toilet di Pesawat ke Bulan

Aktivitas luar angkasa pada misi Artemis II mengalami hambatan saat astronaut NASA harus menggunakan kantong plastik untuk buang air kecil. Penyebabnya adalah kerusakan pada sistem toilet di kapsul Orion yang berlangsung sejak awal perjalanan. Beberapa jam setelah peluncuran dari Florida, masalah tersebut mulai terasa.

Pengecekan Awal dan Solusi Sementara

Sistem yang disebut NASA sebagai Universal Waste Management System (UWMS) gagal berfungsi seperti rencana. Setelah pemeriksaan, tim di Bumi menyatakan bahwa toilet hanya bisa digunakan untuk buang air besar. Astronaut Christina Koch berhasil mengidentifikasi penyebabnya: pompa tidak terisi cairan secara optimal.

“Sepertinya adalah urine beku di sistem ventilasi,” ungkap Direktur Penerbangan NASA, Judd Frieling, kepada CNN.

Perbaikan awal berhasil, tetapi masalah kembali muncul. Kali ini, penyebabnya adalah sistem pembuangan yang bermasalah. Bau hangus dari urine beku tercium ke ruang higienis.

“Buat saya, seperti bau terbakar, dan sumbernya dari ruang higienis [toilet]. Setelah saya buka, langsung tercium juga oleh seluruh kru,” tambah astronaut Jeremy Hansen.

Ruang kontrol di Bumi memprediksi aroma itu berasal dari penyekat pintu ketika sistem toilet mulai menghangat. Futurism menjelaskan bahwa UWMS dirancang untuk mengalirkan urine ke vakum dingin dan memompa feses ke kantong yang disimpan untuk dibawa kembali ke Bumi.

Alternatif yang Dipilih NASA

NASA memang sudah menyiapkan alat cadangan berupa Collapsable Contingency Urinal (CCU), yang menggunakan pipa kecil untuk menyedot urine. Namun, akhirnya memilih metode manual. Para astronaut diminta bergantian memanaskan air kencing yang beku dengan memaparkannya ke sinar Matahari.

Beberapa jam setelah tindakan tersebut, solusi berhasil ditemukan. Bau yang mengganggu hilang, dan toilet kini bisa digunakan kembali untuk dua fungsi: buang air besar dan buang air kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *