Jangan Kaget! Harga Minuman Kemasan Diam-Diam Sudah Naik Efek Plastik

Harga Minuman Kemasan Mulai Naik Akibat Kenaikan Bahan Baku Plastik

Peningkatan biaya dan kelangkaan bahan baku plastik menjadi penyebab utama kenaikan harga minuman dalam kemasan (AMDK) yang terjadi di pasar. Kondisi ini mulai terasa sejak pekan lalu, dengan dampak yang kini terlihat di tingkat ritel. Menurut Firman Sukirman, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), perusahaan tidak bisa lagi menghindari penyesuaian harga.

“Tidak bisa dihindari, kita harus menyesuaikan harga karena tekanan biaya terus meningkat,” ujarnya saat diwawancara di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Firman menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku plastik saat ini telah mencapai tingkat yang tidak wajar. Peningkatan ini tidak hanya memengaruhi biaya produksi, tetapi juga mulai mengganggu kelangsungan operasional industri. Dalam beberapa kondisi, kenaikan bisa mencapai lebih dari 30% hingga di atas 70%.

“Dan itu bisa naik di atas 36% bahkan ada di atas 70% untuk saat ini,” sambung dia.

Berikutnya, kenaikan harga produk AMDK berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp3.000 per karton, baik untuk kemasan 24 maupun 48 gelas. Ia menambahkan bahwa lonjakan biaya ini sudah melebihi kenaikan normal, sehingga sangat terasa bagi konsumen.

“Sudah sangat terasa, sangat-sangat terasa, karena tidak ada lagi yang kenaikan di bawah 10%, itu benar-benar harga itu cukup tinggi,” sebutnya.

Kelangkaan bahan baku plastik juga menjadi tantangan serius. Firman memperingatkan bahwa jika kondisi ini berlanjut, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mungkin tidak bisa berproduksi dalam beberapa bulan ke depan akibat pasokan yang terbatas.

Sejumlah langkah mitigasi telah diambil oleh industri, seperti menimbun stok sementara, mengoptimalkan penggunaan energi, serta mencari kerja sama kontrak jangka panjang untuk menjaga pasokan. Namun, menurut Firman, langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi tekanan biaya yang terus membesar.

Dalam situasi ini, perusahaan memiliki dua pilihan: menaikkan harga produk atau menurunkan volume produksi. “Semua yang ada plastik, apakah AMDK atau non-AMDK pasti semua mengalami kontraksi,” tambah Firman.

Dampak dan Tantangan Industri

Firman berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa insentif khusus bagi UMKM serta pengurangan beban biaya impor bahan baku. Langkah ini, menurutnya, penting untuk mencegah kenaikan harga terus meningkat dan memberi dampak lebih besar pada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *