New Policy: Tanda-Tanda Sakaratul Maut Sudah Dekat, Ternyata Tertulis di Alquran

Tanda-Tanda Sakaratul Maut Sudah Dekat, Ternyata Tertulis di Alquran

Kematian adalah hal yang pasti menghadang setiap manusia. Menurut ajaran Islam, para ulama mengungkapkan bahwa ada gejala khusus yang muncul saat seseorang mendekati akhir hayat. Gejala ini sering dianggap sebagai indikator alami bahwa kehidupan di dunia segera berakhir. Ahli tafsir M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an menjelaskan fase sebelum kematian sebagai saat ruh perlahan memisahkan diri dari tubuh, dengan fungsi fisik yang menurun secara perlahan.

Proses Kehilangan Kekuatan Tubuh

Dalam perspektif keislaman, fase ini dianggap sebagai waktu penting untuk meningkatkan dzikir dan menyiapkan diri secara spiritual, karena diyakini sebagai transisi ke kehidupan setelah dunia. Quraish Shihab menyebutkan bahwa terdapat sekitar 300-an ayat dalam Al-Qur’an yang membahas kematian. Contohnya, tanda awalnya digambarkan sebagai kehilangan kekuatan tubuh secara bertahap hingga terlihat “lutut bertemu lutut,”

“…karena kekuatan tubuh mulai menghilang sedikit demi sedikit.”

Kondisi Akhir Sakaratul Maut

Di tahap akhir, nyawa disebut berada di kerongkongan. Pada saat itu, seseorang dianggap berada di ambang kehidupan dan kesempatan untuk bertobat telah berlalu. Quraish Shihab menambahkan, orang di sekitar sering mendengar suara berat atau mendengkur saat ruh akan meninggalkan tubuh,

“Sebelum keluar nyawa, maka terdengar oleh orang di sekelilingnya suara ‘grghhh’ itu tanda nyawa sudah akan keluar.”

Alam Barzakh dan Hari Kiamat

Setelah meninggal, ruh manusia berpindah ke alam barzakh, fase antara dunia dan akhirat. Di sana, menurut penjelasan Quraish Shihab, manusia menunggu datangnya hari kiamat ketika sangkakala ditiup. Setelah itu, seluruh umat manusia akan dibangkitkan di Padang Mahsyar untuk menjalani penghitungan amal. Proses ini menilai bagaimana umat manusia menggunakan umur dan harta selama hidup di dunia.

Penghitungan Amal dan Kesiapan Spiritual

Dalam beberapa hadis, manusia yang dibangkitkan di Padang Mahsyar dilihat telanjang tanpa pakaian. Namun, Quraish Shihab menegaskan bahwa ini adalah simbol manusia datang di hadapan Tuhan secara apa adanya, tanpa status atau kekayaan. Pada saat itu, seluruh amal akan terbuka dan dipertanggungjawabkan. Penghitungan bisa berlangsung dengan cara berbeda, ada yang diperiksa secara rinci, sementara ada yang lebih mudah.

Kematian bisa datang kapan saja, bahkan saat seseorang sedang berbicara, duduk, atau melakukan aktivitas biasa. “Karena itu berhati-hatilah, jangan sampai kematian datang ketika kita tidak berada dalam koridor ajaran Islam,” ujarnya. Umat Islam dianjurkan untuk terus memperbaiki amal dan menjalani kehidupan sesuai ajaran agama agar siap menghadapi akhir hayat dengan hati tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *