Key Discussion: Liburan ke Thailand Bakal Makin Mahal, Turis Wajib Ada Asuransi
Liburan ke Thailand Bakal Makin Mahal, Turis Wajib Ada Asuransi
Pemerintah Thailand sedang menganalisis kebijakan baru yang memaksa wisatawan internasional memiliki asuransi kecelakaan sebelum berkunjung. Langkah ini diambil dalam upaya mengatasi beban finansial terhadap sistem kesehatan publik akibat biaya pengobatan pasien asing yang tidak terbayar.
Biaya Pengobatan Pasien Asing Meningkat
Direktur Rumah Sakit Vachira Phuket, Dr. Weerasak Lorthongkham, menjelaskan bahwa setiap tahun pihaknya menanggung pengeluaran hingga 10 juta baht untuk merawat turis tanpa asuransi. Rumah sakit tersebut melayani sekitar 400.000 penduduk lokal dan lebih dari 1 juta pengunjung wisata. “Banyak pengunjung mencoba mengendarai motor untuk pertama kalinya di Phuket, yang meningkatkan potensi risiko kecelakaan,” katanya, seperti yang dilansir dari Bangkok Post, Selasa (7/4/2026).
Banyak wisatawan mencoba mengendarai motor untuk pertama kalinya di Phuket, sehingga risiko kecelakaan meningkat,” ujarnya dikutip dari Bangkok Post, Selasa (7/4/2026).
Contoh kasus nyata terjadi pada turis Rusia yang mengalami cedera tulang belakang parah hingga hanya bisa menggerakkan kepala. Biaya perawatannya mencapai lebih dari 1 juta baht, namun tidak pernah dibayarkan. Akhirnya, rumah sakit membiayai pemulangan pasien tersebut.
Kebijakan Mewajibkan Asuransi untuk Seluruh Wilayah
Kementerian Kesehatan Thailand memperkirakan total klaim medis yang tidak dibayar mencapai minimal 100 juta baht per tahun, terutama di destinasi utama seperti Phuket dan Chiang Mai. Sekretaris permanen kementerian tersebut, Dr. Somruk Jungsaman, menyatakan pemerintah sedang mengumpulkan data detail untuk merancang skema asuransi dan mekanisme pembayaran.
Dalam praktiknya, fasilitas kesehatan tetap wajib memberikan layanan darurat tanpa memperhatikan kemampuan finansial pasien. Dampaknya, sistem kesehatan harus menanggung biaya pengobatan tersebut. Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan sepeda motor, menjadi penyebab utama pengobatan wisatawan di rumah sakit. Risiko meningkat karena banyak turis tidak terbiasa dengan kondisi jalan raya di Thailand.
Asuransi Perjalanan Dinilai Efektif
Secara global, rata-rata klaim medis darurat pada 2025 mencapai 60.000 baht. Namun, ironisnya, banyak pengunjung tetap datang tanpa perlindungan asuransi. Premi asuransi perjalanan untuk durasi dua minggu hanya sekitar 1.100 baht, dengan cakupan hingga 3,6 juta hingga 9 juta baht.
Pemerintah juga sempat mengusulkan biaya masuk 300 baht bagi wisatawan udara, meski masih dalam pembahasan kabinet. Upaya penagihan melalui jalur diplomatik dianggap kurang berhasil karena kedutaan umumnya menempatkan biaya medis sebagai tanggung jawab pribadi. Thailand tidak bisa menahan pasien karena utang, karena hal itu bisa merusak citra negara.
Kebijakan Serupa Diterapkan di Wilayah Lain
Beberapa wilayah seperti Schengen, Uni Emirat Arab, Rusia, dan Kuba sudah mewajibkan asuransi perjalanan sebagai syarat masuk. Thailand kini mempertimbangkan model serupa, misalnya dengan mengintegrasikan asuransi ke dalam proses penerbitan visa atau tiket. Menteri Kesehatan Thailand, Pattana Promphat, menegaskan bahwa pemerintah siap mendorong kebijakan ini dan sudah memiliki rencana.
Menurutnya, penting untuk menentukan batasan perlindungan asuransi yang tepat serta memperhatikan berbagai kelompok, termasuk wisatawan dan tenaga kerja migran. Jika diterapkan, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga keuangan negara, tetapi juga meningkatkan keamanan bagi pengunjung yang datang ke Thailand.