Meeting Results: Sah! PTBA Kantongi Persetujuan Produksi Batu Bara 49,5 Juta Ton 2026
Sah! PTBA Kantongi Persetujuan Produksi Batu Bara 49,5 Juta Ton Tahun 2026
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah menerima persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Perusahaan menyatakan target produksi batu bara yang diajukan berada di level 49,5 juta ton, dengan status disetujui tanpa pengurangan. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengungkapkan persetujuan ini sudah diperoleh sejak awal Maret lalu.
“Selama tahun 2025, PTBA berhasil memproduksi 47,2 juta ton batu bara, mencatatkan kenaikan sekitar 9%,” kata Arsal dalam paparan kinerja di Jakarta, Selasa (7/4/2026). “Kami bersyukur RKAB perseroan telah sepenuhnya disetujui tanpa penurunan volume. Ini mendukung rencana strategis operasional tahun ini,” tambahnya.
PTBA menargetkan produksi dan penjualan batu bara mencapai hampir 50 juta ton pada 2026. Arsal menjelaskan fokus utama adalah meningkatkan efisiensi serta mengoptimalisasi portofolio bisnis. Volume tersebut diperkirakan bisa tercapai seiring penerapan good mining practice.
Target Produksi Nasional Batu Bara Akan Turun
Sebagai perbandingan, pada 2025, PTBA mencatat produksi sebanyak 47,2 juta ton, sementara volume penjualan mencapai 45,4 juta ton. Porsi utama penjualan dialokasikan ke kebutuhan dalam negeri, sebesar 54%. Dalam konteks nasional, Kementerian ESDM berencana memangkas target produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 600 juta ton.
“Kita akan lakukan revisi terhadap kuota RKAB. Produksi kita akan turunkan agar harga batu bara kembali naik dan cadangan bisa dipertahankan,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dikutip Senin (19/1/2026). Menurut dia, penurunan target ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, yang sejauh ini menjadi penyebab penurunan harga batu bara.
Indonesia sendiri menyuplai sekitar 514 juta ton batu bara, atau 43% dari total volume perdagangan global mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Pemangkasan target produksi nasional diharapkan dapat mendorong peningkatan harga dan keberlanjutan industri jangka panjang.