Announced: Presiden Pezeshkian: 14 Juta Warga Daftar Diri ‘Rela Mati’ Bela Iran
Pezeshkian Beri Pernyataan tentang 14 Juta Warga yang Rela Berkorban untuk Iran
Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa lebih dari 14 juta penduduk Iran telah melakukan pendaftaran, bersedia menyumbangkan hidup mereka untuk membela negara. Dalam cuitannya di platform X, Pezeshkian menyampaikan bahwa jutaan warga siap memberikan nyawa mereka demi Iran. “Jutaan warga Iran siap memberikan hidup mereka untuk negara,” tulis Pezeshkian di X. “Saya pun telah, sedang, dan akan terus berkomitmen untuk menyerahkan hidup saya demi Iran,” sambungnya.
Trump Ancam Hancurkan Iran dan Jadikan Negara “Bak Neraka”
Sebelum tenggat waktu, presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi ancaman akan menghancurkan Iran dan menjadikannya “bak neraka”. Trump menyatakan bahwa militer AS mampu menghancurkan jembatan, pembangkit listrik, serta infrastruktur sipil Iran hingga menjadi “jaman batu”. “Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi,”
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi.”
Iran memiliki populasi sekitar 90 juta orang. Pernyataan Pezeshkian dikeluarkan menjelang batas waktu yang ditentukan Trump, di mana Iran diminta membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa (7/4) malam. Jelang tenggat waktu itu, serangan terhadap Iran meningkat, mengenai jembatan kereta api, jalan raya, bandara, serta pabrik petrokimia, sambil merusak sistem listrik.
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata 45 Hari
Seorang sumber senior menyebutkan bahwa Iran menolak usulan gencatan senjata selama 45 hari yang diajukan oleh mediator. Iran menegaskan bahwa negosiasi perdamaian hanya bisa dimulai jika AS dan Israel menghentikan serangan mereka, memberikan jaminan tidak akan melanjutkan perang, serta menawarkan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi.