New Policy: Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai
Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai
Di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Desa Sejahtera Astra Nyarai tengah mengalami transformasi yang mengubah pola hidup warganya. Perubahan ini terutama terlihat dalam peningkatan pendapatan masyarakat, yang sekarang didorong oleh pengembangan ekowisata yang menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Inspirasi utama dari pergeseran ini datang dari Ritno Kurniawan, tokoh yang secara aktif memimpin upaya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan tersebut.
Peluang di Tengah Perubahan
Sebelumnya, mayoritas penduduk mengandalkan penebangan kayu di hutan sebagai sumber penghasilan. Ritno, yang pernah bekerja sebagai pengangkut kayu, menghasilkan sekitar Rp100 ribu per pengangkutan dengan frekuensi tiga kali seminggu. Namun, aktivitas ini memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan berpotensi merusak ekosistem Bukit Barisan, yang merupakan kawasan lindung.
Melihat keindahan alam Nyarai, seperti jalur trekking, lubuk, kolam alami, serta arung jeram, Ritno mengambil langkah untuk mengubah destinasi tersebut menjadi pusat pariwisata berkelanjutan. Dengan pendekatan persuasif dan dukungan langsung, ia mampu mengajak warga setempat menjajaki potensi baru dalam mengelola sumber daya alam secara lebih profesional.
“Kawasan Nyarai, yang berada di wilayah Bukit Barisan I, memiliki potensi wisata alam yang besar. Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai terbuka dan percaya diri menjadi pemandu wisata, dengan pendapatan rata-rata mencapai Rp400-500 ribu per minggu,” ujar Ritno Kurniawan, dikutip Selasa (7/4).
Dukungan Program dan Kemajuan Ekonomi
Transformasi desa semakin cepat berkat program Desa Sejahtera Astra yang memberikan pelatihan, peralatan pendukung, serta pengembangan atraksi baru. Dalam tiga bulan, masyarakat yang awalnya tidak mengenal standar pariwisata berhasil meningkatkan keterampilan mereka menjadi pemandu yang lebih profesional. Kini, terdapat 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 orang terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan wisata, di antaranya 25 orang sebagai pengurus inti.
Kehadiran wisatawan domestik dan internasional, termasuk dari Malaysia, memperkuat keberlanjutan ekonomi desa. Dari aktivitas penebangan kayu, warga kini bertransformasi menjadi pengelola pariwisata alam yang tersertifikasi. Ekosistem ekonomi terus berkembang, melalui pengembangan homestay dan layanan pendukung lainnya.
Komitmen Astra untuk Pemberdayaan Masyarakat
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi perubahan desa berbasis potensi lokal. Menurutnya, pengembangan ekowisata di Desa Sejahtera Astra Nyarai menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi dapat berjalan seiring.
“Ketika masyarakat memiliki akses pelatihan, penguatan kapasitas, serta ekosistem yang mendukung, mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan yang stabil, tetapi juga aktif menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” jelas Djony.
Ke depan, desa ini diharapkan terus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis pariwisata alam, sekaligus menjadi contoh bagaimana pengelolaan potensi lokal bisa memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan. Ini sejalan dengan visi Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.