Main Agenda: Purbaya soal Motor Listrik Buat MBG: Tahun Lalu Sempat Saya Tolak
Purbaya soal Motor Listrik Buat MBG: Tahun Lalu Sempat Saya Tolak
Respons Purbaya terhadap Video Viral
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait video viral yang menampilkan sejumlah motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyatakan belum mengetahui rincian pengadaan tersebut dan akan melakukan verifikasi lebih lanjut. Purbaya menjelaskan bahwa usulan pembelian motor listrik serta komputer untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pernah diajukan tahun lalu, tetapi ditolak karena dianggap bukan prioritas utama.
“Tahun lalu kita nggak mau, tolak beli komputer yang banyak dan motor. Sekarang saya belum tahu, akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip, saya cek lagi,” ujar Purbaya dalam sesi diskusi media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4).
Menurutnya, anggaran MBG seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan pokok, yaitu penyediaan makanan bagi masyarakat. “Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi harusnya utamanya untuk makanan. Kalau pebisnis sudah untung cukup, mereka cicil dari sana,” tambahnya.
Pengadaan Motor Listrik sebagai Bagian Anggaran 2025
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa pengadaan motor listrik menjadi bagian dari dana 2025 untuk memperkuat operasional program MBG, terutama bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Motor listrik tersebut masuk dalam anggaran 2025, fungsinya untuk mendukung kegiatan SPPG,” kata Dadan.
“Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025,” pungkas Dadan.
Ia juga menegaskan bahwa motor listrik belum didistribusikan dan masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN). Dadan menambahkan, jumlah pengadaan yang disebut 70 ribu unit adalah angka salah. Angka sebenarnya adalah 21.801 dari total 25.000 yang direncanakan.