Meeting Results: Bulog perkuat strategi hadapi geopolitik dan El Nino agar pangan aman

Bulog perkuat strategi hadapi geopolitik dan El Nino agar pangan aman

Jakarta – Dalam pertemuan dengan Komisi IV DPR RI, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa pihaknya sedang memperkuat langkah strategis untuk menghadapi perubahan dinamika geopolitik global serta dampak kekeringan dari fenomena El Nino. Tujuannya adalah menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional agar tetap terpenuhi meski banyak negara mengalami kesulitan akibat tekanan internasional dan kondisi iklim yang tidak menentu.

Stok Cadangan Beras Tetap Aman

Bulog melaporkan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) berada dalam kondisi stabil, mencapai 4,59 juta ton. Rizal menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan rakyat Indonesia tidak terganggu oleh isu global dan perubahan iklim.

“Upaya Bulog dalam mengantisipasi dinamika global sesuai dengan instruksi Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Apa pun yang terjadi, bangsa lain sering mengalami kesulitan, tapi minimal kita tetap aman dalam masalah pangan,” ujarnya.

Kerja Sama dengan Instansi Terkait

Untuk menghadapi tantangan pangan, Bulog melakukan sinergi dengan beberapa kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Dalam Negeri, Pertanian, Perdagangan, serta TNI-Polri. Kolaborasi ini juga melibatkan BUMN pangan seperti ID FOOD dan Berdikari, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Pemantauan dan Stabilisasi Harga

Bulog menerapkan pengawasan ketat terhadap harga pangan, baik di pasar tradisional maupun tingkat produsen. Pemantauan dilakukan tiga kali seminggu bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan Polri. Selain itu, harga di pabrik-pabrik produsen juga dicek agar sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) dan HAP (harga acuan penjualan).

“Kami melakukan monitoring di pabrik-pabrik produsen untuk memastikan harga tetap sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah,” jelas Rizal.

Operasi Pasar dan Efisiensi Internal

Sebagai langkah tambahan, Bulog juga menjalankan operasi pasar dan mengoptimalkan efisiensi operasional. Kebijakan kerja fleksibel diterapkan kepada staf, tetapi tim lapangan tetap aktif dalam memastikan kelancaran penyerapan gabah dari petani. Rizal menegaskan bahwa tim jemput gabah harus berada di lokasi kerja untuk memenuhi tugas tersebut.

Pengendalian Kondisi Pangan

Lebih lanjut, Bulog berkomitmen memberikan informasi ke masyarakat secara tepat waktu guna mengurangi kepanikan akibat isu global. Dengan sistem command center, pihaknya dapat memantau situasi secara real time dan merespons potensi dampak El Nino secara cepat. Koordinasi dengan DPR RI terus diperkuat, terutama dengan Komisi IV, VI, dan XI, untuk memperoleh masukan strategis dan dukungan kebijakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *