Key Discussion: Genjot Hilirisasi Batu Bara, PTBA Bakal Garap Proyek DME-Gas Sintetis
Genjot Hilirisasi Batu Bara, PTBA Bakal Garap Proyek DME-Gas Sintetis
Jakarta, Perusahaan batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menegaskan ambisi dalam memperkuat nilai tambah batu bara sebagai bagian dari proses transformasi menjadi energi kelas dunia. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyatakan bahwa hingga 2030, perusahaan akan mulai mewujudkan komersialisasi hilirisasi batu bara untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Strategi Penguatan Energi Nasional
Arsal menjelaskan bahwa PTBA akan fokus pada tiga bidang utama, yaitu hilirisasi batu bara, pengembangan infrastruktur logistik batu bara, serta ekspansi bisnis pembangkit listrik yang meliputi PLTU dan EBT. “Ketiga bidang ini mencerminkan komitmen kami dalam mendukung tujuan pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi,” tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (31/3/2026).
“Ketiga arah pengembangan perusahaan ini menjadi bentuk komitmen kami dalam tentunya mendukung asa cita pemerintah untuk kemandirian energi nasional,” ungkap Arsal dalam RDP.
Proyek DME untuk Mengurangi Ketergantungan Impor
Salah satu inisiatif strategis PTBA adalah konversi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. PTBA rencananya akan memproduksi sekitar 1 juta ton DME per tahun dengan memanfaatkan 6,9 juta ton batu bara kalori rendah.
“Dalam skema ini nantinya PTBA tentunya sebagai operator pabrik sekaligus coal supply dan nantinya bekerja sama dengan Pertamina yang akan menjadi offtaker dari DME yang kami hasilkan,” kata dia.
Produksi Gas Sintetis di Sumatera Selatan dan Jawa Barat
Di samping DME, PTBA juga sedang mengerjakan proyek konversi batu bara menjadi synthetic natural gas (SNG). Proyek ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan gas di wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Barat. PTBA akan menggunakan 9 juta ton batu bara kalori rendah per tahun dengan kapasitas produksi 240 BBTUD syngas.
“Saat ini kami sudah melakukan tanda tangan head of agreement antara PTBA dan PGN untuk pengembangan proyek coal to synthetic natural gas yang nantinya dilanjutkan dengan pelaksanaan joint study feasibility study bersama konsultan,” ujarnya.
Untuk proyek SNG, PTBA akan membentuk joint venture dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang juga akan bertindak sebagai offtaker 100%. Koordinasi ini diharapkan mendorong penguasaan sumber daya energi dalam negeri secara lebih optimal.